Tompi (Foto: IG dr_tompi)
Tompi (Foto: IG dr_tompi)

MALANGTIMES - Penyanyi Tompi mengeluhkan tagihan listrik kantornya yang membengkak. Keluhan itu dia tumpahkan melalui akun Twitter-nya,  @dr_tompi, pada Rabu (10/6/2020).  

Tompi mengatakan tidak ada konfrimasi terkait tagihan listrik, namun tiba-tiba tagihannya membengkak.  "TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dari PLN kagak ada konfirmasi-konfirmasi main sikat aja," tulisnya.  

Baca Juga : Viral Curhatan Ojol Dapatkan Ancaman Ini jika Makanan Tidak Sesuai Pesanan

Walhasil, aduan pria yang juga berprofesi dokter ini langsung dibalas oleh akun Twitter resmi PLN, @pln_123.  Menanggapi cuitan Tompi tersebut, PLN lantas mohon maaf dan meminta nomor identitas pelanggan untuk dilakukan pengecekan. 

"Mohon maaf atas kendala yang dialami saat ini ya Kak, agar admin dapat melakukan pengecekan dapat dibantu Id pelanggannya via DM ya. Trims -Riko," balas PLN.  

Tompi lantas mengatakan dirinya akan mengirim nomor tagihan tersebut.  "Besok saya kirim ya. Itu kantor kosong nggak dipake karena hampir 3 bulan tutup," ujar Tompi.

Namun, siapa sangka cuitan Tompi itu justru mendapat kritikan dari warganet.  Bahkan warganet  mengaitkan hal ini ke ranah politik.  

Akun @MudasirRomini, misalnya, menyebut Tompi merasa sakit hati karena tak mendapat jatah jabatan dari Presiden Jokowi.  

Akun tersebut menganggap omongan pelantun lagu Sedari Dulu itu terlalu kasar.  "Profesi dokter kalau sudah terpapar radikal dan sakit hati karena gak dapat jatah jabatan dari Pak Jokowi, omongannya kasar, omongan sekelas dokter tapi kayak orang yang nggak punya attitude kan kampret!!!!" kicau akun @MudasirRomini.

Tak terima dengan kicauan akun tersebut, Tompi langsung memberikan jawaban telak.  Tompi mengatakan dirinya sama sekali tak berpikir ke arah sana dengan diselingi tawa.  "Jabatan? Kwkwkw oi mana pernah ke arah sana!" jawab Tompi. 

Baca Juga : Kisah Santet Calon Arang, Penyebab Wabah Penyakit di Masa Raja Airlangga

Tetapi, tampaknya masalah Tompi dengan PLN itu sudah menemukan titik temu. Hal tersebut tampak dalam cuitan terbaru Tompi pada Kamis (11/6/2020). 

“Utk kasus sy kmrin : yg satu salah hitung , satunya ternyata Kena minimum bayar 2.1 jt per bulan meski tempat tutup.  Meski ada mekanisme kompensasi, namun selama ini tdk ter informasikan dengan baik,” ungkap Tompi.

“Pada tahu gak , kl PLN itu ternyata : ada tarif minimum yg harus dibayarkan  meski gak ada pemakaian ( kecuali sistem prepaid / token isi ulang). Nah kasus di gw ternyata harus bayar 2.1 jt per bulan meski gak dipake.  Yg disayangkan adalah hal2 bgini “kurang terinfokan “ di awal,” lanjut Tompi.

Tompi ikut keluhkan kenaikan tagihan listrik. (Twitter/@dr_tompi)