Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Peni Indriani (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Peni Indriani (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Desaku Menanti atau yang juga dikenal sebagai Kampung Topeng merupakan salah satu destinasi wisata sekaligus lokasi pembinaan bagi warga prasejahtera yang sebelumnya menjadi pengemis hingga gelandangan.

Sampai saat ini, Desaku Menanti tetap dihuni untuk meningkatkan taraf hidup serta kemandirian masyarakat prasejahtera tersebut. Mereka didorong untuk bekerja secara mandiri dan tak lagi tergantung pada jalanan apalagi pemerintah.

Baca Juga : Data siBansos Tak Bergerak, Begini Penjelasan Wali Kota Malang

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Peni Indriani menyampaikan, saat ini pihaknya tak lagi memberi bantuan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Melainkan fokus untuk meningkatkan kemandirian warga Desaku Menanti dengan beberapa program pembinaan. Meski pada kenyataannya memang tak semua mau mandiri dan terbilang cukup membebani APBD Kota Malang setiap tahunnya.

"Kami tidak lagi memberi sembako seperti dulu. Karena kami dorong agar mereka tetap mandiri dan tak bergantung begitu saja," katanya.

Perempuan berhijab itu menyampaikan, keberadaan tempat tinggal dilengkapi dengan fasilitas air dan listrik sampai saat ini memang masih dibantu oleh Pemerintah Kota Malang.

Namun untuk beberapa kebutuhan lain, warga Desaku Menanti harus sudah mandiri. Dengan beberapa pelatihan yang telah diberikan diharapkan bisa dipraktekkan.

Hal ini pun telah terlihat pada sebagian warga Desa Menanti yang telah merubah mindsetnya dan tak lagi turun ke jalan. Beberapa memilih berjualan pernak-pernik yang bisa ditawarkan ketika ada wisatawan datang ke Desaku Menanti tersebut. Namun beberapa juga masih ada yang malas untuk melakukan kegiatan mandiri serupa.

"Memang merubah mindset untuk tak turun ke jalanan itu susah juga," imbuhnya.

Baca Juga : Masa Transisi Malang Raya Menuju New Normal Ditambah Seminggu

Dengan beberapa program yang digelontorkan, dia berharap warga Desaku Menanti tersebut dapat lebih maksimal memanfaatkan kesempatan yang ada.

Sehingga, mereka dapat menjadi warga yang lebih mandiri lagi. Selain itu juga tak lagi tergantung dengan setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Karena bagaimana pun juga, tujuan awal pendirian Desaku Menanti adalah untuk menciptakan masyarakat prasejahtera menjadi lebih mandiri.

"Kecuali selama pandemi ini, kami ajukan mereka untuk mendapat bantuan. Karena memang hampir semua terdampak dengan adanya pandemi ini," pungkasnya.