Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji saat dikonfirmasi awak media. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji saat dikonfirmasi awak media. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang digunakan untuk membantu masyarakat di daerah-daerah yang terdampak akibat Covid-19. 

Untuk di Kabupaten Malang sendiri, penyaluran BLT-DD sebesar Rp 600.000,- telah berlangsung sejak (30/4/2020) dengan pelaksanaan di satu desa yakni Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Hingga pada hari Rabu (10/6/2020) hampir keseluruhan desa di Kabupaten Malang telah tersalurkan BLT-DD.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji mengungkapkan bahwa hampir semua desa di Kabupaten Malang telah menerima dana desa digunakan sebagai BLT-DD yang disalurkan kepada masyarakat terdampak.

"Penyaluran BLT-DD update sampai tanggal (10/6/2020) sudah 379 desa yang sudah menyalurkan," ujarnya saat dikonfirmasi pewarta, Rabu (10/6/2020). 

Dari 379 desa yang tersebar di Kabupaten Malang tersebut, Suwadji menyebutkan, setidaknya ada sekitar puluhan ribu masyarakat yang termasuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kemendes PDTT. 

"Untuk update jumlah KPM, terdapat sebanyak 44.218 keluarga dengan jumlah anggaran yang telah disalurkan sejumlah Rp 26.530.800.000," bebernya. 

Suwadji merinci terkait penyaluran BLT-DD yang terbagi dalam dua tahapan yakni pada tahap satu Bulan April dan pada tahap dua Bulan Mei. Jadi terdapat 368 desa pada BLT-DD tahap pertama dengan pencairan sembilan desa besok dan satu desa pada (13/6/2020). 

"Jadi penjelasannya pencairan BLT-DD tahap pertamanya 368 Desa. Dari angka tersebut masih kurang 10 desa, yang di mana sembilan desa besok (11/6/2020) dicairkan dan satu desa druju itu baru (13/6/2020) dicairkan. Sedangkan BLT DD tahap kedua yang sudah mencairkan 11 Desa sehingga kalau ditotal 378 desa," jelasnya.

Pada tahap pertama KPM sebanyak 43.199 keluarga dengan total anggaran Dana Desa yang dialokasikan sebanyak Rp 25.919.400.000,-. Untuk di tahap kedua sendiri, KPM sebanyak 1.019 dan anggaran Dana Desa yang dialokasikan sejumlah Rp 611.400.000,-.

Untuk satu desa yang terganjal belum menyalurkan BLT-DD, Suwadji mengungkapkan bahwa satu desa tersebut yakni Desa Druju, Kecamatan Sumnermanjing Wetan, Kabupaten Malang dikarenakan belum melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). 

"Desa Druju Sumawe belum laksanakan Musdesus. Rencana tanggal (12/6/2020) musdesus dan pencairan direncanakan pada (13/6/2020)," ungkapnya. 

Suwadji berharap dengan adanya BLT-DD yang disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serta untuk penyaluran bantuan akan berlangsung selama tiga bulan berturut-turut setelah BLT-DD diterima oleh KPM. 

"Harapan saya agar masyarakat yang menerima BLT-DD digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari (kebutuhan 9 bahan pokok, untuk makan minum) jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan pokoknya," harapnya.

Suwadji menambahkan, bahwa untuk bantuan tersebut digunakan dengan hemat dan tepat sesuai kebutuhan untuk menopang kebutuhan sehari-hari. 

Tak lupa Suwadji juga terus mengingatkan dan mengimbau untuk masyarakat Kabupaten Malang agar selalu menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk mencegah peesebaran Covid-19.

"Sering cuci tangan, pakai masker kalau keluar rumah dan jaga jarak dengan orang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi," pungkasnya.