Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Ustads Abdul Somad atau yang biasa disapa UAS menyebut jika kemarahan tak dilarang dalam Islam. Namun kemarahan harus ditempatkan pada tempatnya. 

Bahkan, Rasulullah SAW pernah marah.

Baca Juga : Menolak Diajak Berzina, Pria Tampan Ini Gosokkan Kotoran Manusia pada Bajunya

Hal itu dijelaskan dalam beberapa kitab yang memberikan pengajaran kepada umat muslim. 

UAS menyebut, salah satu kemarahan Rasulullah SAW adalah ketika Rasulullah SAW melihat dua orang muslim yang berkelahi dan berdebat lantaran tafsir Al-Qur'an.

Rasulullah saat itu marah dan berkata, "Memang manusia ini suka berdebat,". 

Rasulullah SAW berpesan agar muslim tidak berkelahi atau berdebat tentang Al-Qur'an karena hanya akan membuat gagal, hingga menghilangkan semangat untuk belajar. 

Maka Rasulullah SAW berpesan agar senantiasa bersabar.

Bukan hanya itu, suatu ketika Rasulullah SAW juga pernah marah kepada para sahabat. 

Saat itu, selesai salat, Rasulullah SAW memandang ke belakang dan menyebut nama-nama sahabat yang tak datang salat berjamaah dan meminta agar sahabat untuk salat berjamaah.

Rasulullah SAW berkata, "Mana si fulan dan si fulan, kenapa tak salat berjamaah? Mereka yang salat di rumah berhenti salat di rumah. Kalau masih salat di rumah, aku akan bakar rumah mereka,".

Itu adalah bentuk kemarahan Rasulullah SAW yang dilakukan di tempatnya. 

Meski Rasulullah SAW tak melaksanakannya, tapi itu ancaman bagi yang tak salat berjamaah.

Bukan hanya Rasulullah SAW, para sahabat juga marah terhadap beberapa hal. 

Abu Bakar misalnya, pernah marah terhadap muslim yang tak melaksanakan zakat setelah Rasulullah SAW wafat. 

Baca Juga : Tidur Ditemani Malaikat atau Setan? Ini Tanda yang Diberikan Rasulullah

Lalu Abu Bakar berkata, "Demi Allah, mereka yang tak mau membayarkan zakat, aku akan perangi mereka,".

Umar bin Khattab saat itu tak setuju karena mereka telah bersyahadat, di mana hartanya tak boleh diusik dan darahnya tak boleh tumpah.

Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq pun menjawab, "Memang betul perkataanmu Umar. Tapi ingat, siapa yang sudah mengucapkan syahadat, maka ia memiliki kewajiban salat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu. Jika salah satu ditinggalkan, maka dia keluar dari Islam. Aku tak ingin merusak mereka, aku ingin menyelamatkan mereka,".

Kemarahan itu karena cinta kepada Allah. Marah pun karena Allah dan bukan sembarangan kemarahan.

Kemarahan sahabat lain juga ditunjukkan Ali bin Abi Thalib ketika bertemu Abdullah bin Saba yang menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai Allah. 

Ali marah dan meminta pria itu dibakar. Dalam berbagai kitab keberadaan Abdullah bin Saba ada dan dia merusak ajaran Islam.

Kisah lainnya, Abu Bakar marah ketika seorang laki-laki datang membuat surat palsu seperti Al-Qur'an. 

Abu Bakar menyiapkan pasukan perang dan hantam nabi palsu tersebut karena dia telah merusak agama Allah.