Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kasus konfirmasi positif covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Paling banyak, penambahan kasus positif  berasal dari klaster keluarga yang sebelumnya diketahui terdapat salah satu anggota keluarganya yang melakukan isolasi mandiri.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, penambahan kasus yang berasal dari klaster keluarga itu menjadi perhatian khusus. Pemerintah mulai membatasi agar isolasi mandiri tak dilakukan sembarangan, kecuali jika memang pihak tenaga kesehatan telah memastikan fasilitas di rumah pasien konfirmasi positif.

Baca Juga : Belum Melandai, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Kota Malang Bertambah Lagi 6 Orang

"Saya minta supaya isolasi mandiri diperketat lagi. Kecuali jika pasien positif itu memungkinkan melakukan isolasi mandiri," katanya, Sabtu (6/6/2020).

Sutiaji menyampaikan, pasien yang hendak melakukan isolasi mandiri harus dipastikan memiliki fasilitas seperti kamar sendiri dan dilengkapi kamar mandi. Sehingga dia tak berkomunikasi secara langsung dengan anggota keluarga lainnya saat masih dalam masa karantina.

"Dan harus dipastikan jika yang melakukan isolasi mandiri itu bisa sembuh saat lakukan isolasi mandiri," tambahnya.

Untuk mengurangi upaya isolasi mandiri, Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan RSUD Kota Malang. Sekitar 60 tempat tidur telah dipersiapkan. Saat ini yang sudah benar-benar siap dan bisa dimanfaatkan sebanyak 20 tempat tidur. Angka itu tentu akan terus ditambah.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, penambahan jumlah kasus di Kota Malang selama beberapa hati terakhir dikarenakan telah dilakukan swab dalam jumlah besar. Bukan hanya dilakukan kepada pasien yang reaktif saat rapid test, melainkan juga kepada keluarga dan orang terdekat pasien konfirmasi positif covid-19.

Baca Juga : Transisi New Normal, Satgas Kabupaten Malang Marak Temukan Warga yang Kenakan Masker Bekas

"Jadi, yang lakukan swab memang lebih diperluas. Yang sebelumnya dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, tapi intens berhubungan dengan pasien positif, kami swab. Sehingga hasilnya memang banyak yang positif," ungkapnya.