Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono saat survey di salah satu hotel di Kota Batu. (Foto: istimewa)
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono saat survey di salah satu hotel di Kota Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Hotel di Kota Batu yang siap beroperasi lagi, belum semuanya memenuhi kriteria. Dari 10 yang sudah mengajukan, baru terdapat dua hotel yang memenuhi syarat protokol kesehatan. 

Kesiapan dua hotel itu setelah dilakukan pemeriksaan berkas administrasi dan tinjauan lapangan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Batu.

Baca Juga : Sebanyak 194 PKL dan Juru Parkir Alun-Alun Kota Batu Dites, Hasilnya Non Reaktif

“Hingga saat ini baru dua hotel yang siap dan lengkap protokol kesehatannya sesuai dengan Perwali Nomor 56 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono.

Ia menambahkan dua hotel yang layak itu sudah dilakukan survei sebelumnya. Kedua hotel itu yakni Hotel Aston dan Golden Tulip yang memenuni protokol kesehatan.

“Sudah siap dan lengkap, mulai dari ruang isolasi, fasilitas kesehatan, SOP, dan Tim Gugus sudah lengkap, jadi dua hotel itu sudah  layak untuk buka,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan hotel-hotel lain juga sudah cukup siap untuk dibuka, tentu dengan memperhatikan protokol yang sangat ketat dengan pembatasan pelanggan 50 persen,” jelas pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini. 

Sedangkan hingga saat ini sudah ada 10 hotel yang mengumpulkan kelengkapan administrasi kesiapan protokol kesehatan. Hanya saja ada beberapa yang dikembalikan lantaran belum lengkap.

Baca Juga : Hadapi New Normal, Ini Persyaratan yang Harus Disiapkan Pesantren

“Kalau yang sudah lengkap tentunya akan disurvei dulu sejauh mana kesiapannya. Kalau sudah disurvei dan dinyatakan sesuai dengan protokol kesehatan ya diperbolehkan untuk buka,” ucapnya. 

Rata-rata formulir administrasi yang terpaksa dikembalikan itu karena belum mencantumkan susunan tim gugus tugas, dan fasilitas kesehatan yang harus dipersiapkan dalam pencegahan dan penanganan dasar pandemi Covid-19.

“Padahal terkait dengan tim gugus tugas di internal hotel atau tempat wisata sangat penting. Karena ini memiliki fungsi preventif serta melaporkan kepada tim kesehatan jika ada pengunjung yang menunjukkan gejala Covid-19,” tutupnya.