Bupati Malang Sanusi saat akan meninjau TPST Mulyoagung (Amin)
Bupati Malang Sanusi saat akan meninjau TPST Mulyoagung (Amin)

MALANGTIMES - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mulyoagung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang diapresiasi oleh Bupati Malang Sanusi. Sebab di masa pandemi Covid-19 ini, TPST Mulyoagung bisa menjadi bagian dari ketahanan pangan karena hasil dari pengolahannya menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Bupati Sanusi menyatakan TPST Mulyoagung bisa menjadi percontohan bagi TPST lain di Kabupaten Malang. Karena penataannya juga baik, tertata dan terstruktur.

Baca Juga : Udara Terasa Panas Selama Beberapa Hari Terakhir, BMKG Sebut Ada Fenomena Udara Gerah

 

"Selama ini TPST Mulyoagung menjadi percontohan. Sehingga menghasilkan pendapatan dari hasil pengolahannya," ujar Sanusi saat dijumpai saat meninjau lokasi, Kamis (4/6/2020).

Menurut Sanusi, sistem kerja yang ada di TPST Mulyoagung ini cukup bagus. Terlebih saat pandemi Covid-19 ini bisa memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat sekitar.

"Untuk peningkatan ekonominya menurut pengelolanya walaupun tidak beroperasi tetap digaji seperti biasa. Ini kabar cukup baik di masa pandemi Covid-19," ungkap Sanusi.

Dalam kunjungan tersebut, Sanusi ditemani Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muwazzad dan Pj Sekda Wahyu Hidayat.

Sementara itu Kepala Desa Mulyoagung, Suheri mengatakan bahwa kunjungan Bupati Sanusi hari ini adalah tindak lanjut kunjungan awalnya yakni tentang Kampung Tangguh beberapa hari lalu.

Dikatakan Suheri, TPST Mulyoagung diciptakan karena awalnya memang masyarakat kurang peduli dengan lingkungan alias sering buang sampah sembarangan. Sehingga warga punya inisiatif dengan dukungan kepala desa membentuk TPST Mulyoagung.

Baca Juga : DLH Imbau Masyarakat Lakukan Hal Positif saat Pandemi Covid-19, Ini Contohnya

 

"TPST ini adalah hasil dari swadaya masyarakat memang, jadi betul-betul ini mitranya adalah masyarakat. Hasil sampah ini begitu luar biasa, jadi membuang sampah ini sudah menjadi kebutuhan, jadi inilah jawabannya TPST ini hadir," ungkap Suheri.

Disisi lain, pembiayaan TPST ini melalui swadaya masyarakat sehingga masyarakat juga ikut menikmati hasil dari sampah yang sudah diolah menjadi pupuk itu.