Data jumlah pasien dari klaster Kecamatan Singosari (Foto : Istimewa)
Data jumlah pasien dari klaster Kecamatan Singosari (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Memasuki masa transisi new normal life, bukan berarti kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang berkurang. Justru sebaliknya, hingga tadi (Rabu 3/6/2020) sore, jumlah kasus covid-19 justru terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan), hingga berita ini ditulis tercatat ada 85 kasus positif covid-19 di Kabupaten Malang. ”Berdasarkan data yang baru masuk, dari 85 kasus positif covid-19 sebanyak 30 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan yang meninggal dunia ada 14 orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo.

Baca Juga : Viral Dugaan Perselingkuhan, ASN di Kota Malang Ini Bisa Kena Sanksi Berat

 

Jika dibandingkan data sebelum adanya masa transisi dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menuju new normal life. Kasus positif covid-19 di Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan.

Tercatat, sebelum adanya masa transisi, yakni pada tanggal 31 Mei 2020. Jumlah kasus positif di Kabupaten Malang tercatat hanya 77 kasus. Memasuki awal transisi, yakni pada 1 Juni 2020 jumlahnya meningkat menjadi 83 kasus.

Penambahan tersebut terus terjadi, puncaknya pada hari ini (Rabu 3/5/2020) sore, atau lebih tepatnya hingga pukul 15.52 WIB. Jumlah pasien yang terpapar covid-19 meningkat menjadi 85 kasus.

”Sejauh ini, yang dinyatakan menjadi klaster di Kabupaten Malang hanya satu. Yaitu klaster (Kecamatan) Singosari,” ucap Arbani.

Maklum saja, jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang juga ditemukan adanya kasus covid-19. Kecamatan Singosari memang sangat mendominasi.

Hingga Rabu (3/5/2020) saja, tercatat sudah ada 27 kasus positif covid-19 di Kecamatan Singosari. Dari jumlah tersebut 3 pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit, 7 pasien di gedung observasi, dan 10 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sedangkan pasien asal Kecamatan Singosari yang dinyatakan meninggal dunia tercatat ada 3 orang. Sedangkan yang sembuh terdapat 4 orang. ”Jumlah kasus di (Kecamatan) Singosari memang paling tinggi di Kabupaten Malang,” celetuk Arbani.

Bandingkan saja dengan Kecamatan Lawang yang ada di peringkat kedua. Hingga Rabu (3/5/2020) tercatat hanya ada 15 kasus positif covid-19. Artinya terpaut 12 kasus jika dibandingkan dengan Kecamatan Singosari yang kini sudah menjadi klaster.

Baca Juga : Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19, Apa Maksudnya?

 

”Klaster Singosari itu sudah menyebar ke wilayah (Kecamatan) Lawang dan Karangploso,” keluh pria berkaca mata ini.

Terpisah, Wakil Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar mengaku jika salah satu penyebab masifnya wabah covid-19 di Kabupaten Malang, lantaran rumah sakit yang ada di sana dinilai tidak layak.

Rumah Sakit rujukan tersebut adalah Prima Husada. Menurut anggota Polri yang juga menjabat sebagai Kapolres Malang ini, dari hasil tracing yang dilakukan tim Satgas menunjukkan jika sebagian pasien yang dinyatakan positif, lantaran memiliki riwayat berkunjung ke RS Prima Husada.

”Orang yang sebelumnya dia sehat, akhirnya tertular covid-19. Hasil penelusuran dari tim kesehatan, ada beberapa orang yang tertularnya dari RS Prima Husada,” kata Hendri.