Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dalam Webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life". (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dalam Webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life". (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia ingin berpartisipasi dalam mengawal, mensosialisasikan, dan memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait New Normal Life.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan, pihaknya mempunyai pilot project yang disebut sebagai qoryah thayyibah. Bahkan, qoryah thayyibah sudah disusun oleh UIN Malang jauh sebelum Covid-19 menyerang.

Baca Juga : Masuk Jajaran Kampus Terbaik, UIN Malang Bersiap Sambut New Normal Life

"Kita ingin bahwa landasan pondasi untuk membangun bangsa ini justru mulai dari yang terkecil. Bagaimana kita semua membangun dari duryah thayyibah, keluarga yang baik. Lalu diteruskan menjadi qoryah thayyibah," ucapnya.

Hal ini disampaikannya dalam Webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life" melalui aplikasi Zoom, Rabu (3/6/2020). Pada Webinar tersebut turut hadir Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Widodo Irsyansyah SSos MM, dan Kapolda  Irjen Pol Dr H Muhammad Fadil Imran MSi sebagai narasumber.

Prof Haris melanjutkan, jika itu dibangun dengan benar, pada akhirnya nanti akan tercapai Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur atau negeri yang baik.

"Nah salah satu upaya untuk membangun Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur itu konsep Normal Life harus disusun dengan utuh," ujarnya.

"Di samping mengutamakan kesehatan, juga kita memikirkan bagaimana masyarakat tidak kelaparan, pendidikan bisa berjalan, tanpa terganggu dan terancam oleh virus," lanjut Prof Haris.

Perumusan konsep Normal Life ini dikaji secara ilmiah serta dilandasi dasar-dasar agama yang kuat oleh para guru besar dan akademisi lain di UIN Malang.

Baca Juga : Pola Pendidikan di Ponpes Pakai Pembatasan Jumlah Santri

"Ini semua dilakukan tidak lain tidak bukan karena agama menghendaki supaya umat manusia itu menjadi baik dan sehat. Agama menghendaki kemaslahatan dan kebaikan, bahkan lintas bangsa, lintas suku, lintas agama, lintas apa saja," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Prof Haris juga menyampaikan, semua hal yang dilakukan oleh UIN Malang ini tidak lain tidak bukan bertujuan agar UIN Malang bermanfaat dan berfaedah bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.