Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mic). (Foto: Humas)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mic). (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang berhasil terus mempertahankan prestasi dalam jajaran kampus terbaik di Indonesia. 

Namun, selama masa pandemi Covid-19 ini pola kegiatan belajar mengajar di universitas tersebut berubah dengan mengikuti pedoman yang diberikan pemerintah pusat.

Baca Juga : Pola Pendidikan di Ponpes Pakai Pembatasan Jumlah Santri

Menjelang pemberlakuan new normal life atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19, UIN Malang menyiapkan sejumlah skema bagi mahasiswa dan seluruh karyawan agar tetap aman.

Hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih belum mereda di Indonesia. Kedatangannya telah memporak-porandakan banyak hal. 

Angka kematian terus menerus naik. Tenaga kesehatan kelabakan. Ekonomi semakin melemah. Korban PHK di mana-mana. Pelajar hingga mahasiswa mulai jengah belajar dengan sistem daring.

Lantaran kondisi yang tak menentu, dibuatlah skenario "New Normal Life". Semua orang diimbau tidak lagi memerangi Covid-19, melainkan hidup berdamai dengannya.

Presiden Jokowi sendiri menyebut sudah saatnya masyarakat dapat hidup berdampingan dengan Covid-19. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, new normal life ini mau tak mau harus dilakukan masyarakat.

Berbagai instansi pun melakukan persiapan untuk menyambut era kenormalan baru ini. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

Meskipun pemberlakuan new normal life seyogyanya akan dimulai tanggal 5 Juni, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg sudah mengajak seluruh karyawan PNS maupun non-PNS untuk kembali aktif bekerja memberikan pelayanan dari Selasa (2/6/2020) kemarin.

Semua karyawan yang bekerja diharuskan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan yang berlaku. Kata Prof Haris, karyawan harus tetap saling menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan tetap menggunakan masker.

"Hal ini utuk menjaga kesehatan dan memutus rantai penyebaran Covid-19," ucapnya.

Mengawali masuk kerja di new normal life ini, Prof Haris mengajak seluruh warga kampus untuk tetap menjaga tradisi Khotmil Qur'an dan bershalawat bersama Selasa pagi (2/6/2020).

Usai melaksanakan kegiatan religi bersama di ruang rektor tersebut para dosen dan karyawan diajak kerja bakti bersama membersihkan halaman kampus. Mulai dari mengecat trotoar yang catnya sudah mulai memudar hingga membersihkan saluran air dan merapikan kantornya masing-masing.

"Alhamdulillah, semuanya kembali bersemangat untuk kembali bekerja," ucapnya.

Baca Juga : Sutiaji Datang, Kerumunan Wali Murid di Dinas Pendidikan Bubar dengan Damai

Prof Haris juga berpesan bahwa seyogyanya UIN Malang harus segera mengatur strategi bersama untuk dakwah menyebarkan risalah dari Allah SWT. Ia meminta dibentuk tim agar strategi dakwah lebih efektif.

"Dakwah itu tidak harus di masjid, bisa dilakukan di manapun termasuk di mall dan lainnya," terang pria asal Lamongan tersebut.

Selain itu, semua dosen yang mengajar diupayakan bisa melakukan integrasi sesuai dengan disiplin keilmuannya. Jika hal ini dilakukan, maka akan selaras dengan visi kampus ini yaitu terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional.

"Saya ingin UIN Malang menjadi kampus maju dan menjadi percontohan bagi kampus lain dengan tidak meninggalkan tradisi yang sudah ada," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Rektor juga berpesan, prestasi membayangkan yang telah diraih UIN Malang menjadi kampus terbaik di PTKIN dan nomor 21 terbaik di PTN dan PTS seluruh Indonesia harus terus ditingkatkan.

"Meski UIN Maliki telah diakui oleh lembaga survei dunia, namun bukan berarti puas sampai di situ saja. Peningkatan kualitas SDM dan percepatan guru besar harus terus diupayakan," pungkasnya.

Kesiapan UIN Malang untuk New Normal Life ini tentu menjadi bagian penting bagi kampanye penerapan New Normal atau tatanan baru yang nantinya menjadi rutinitas baru.