Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam berbagai riwayat sahih, Rasulullah SAW memberikan isyarat dan pembelajaran bagi umat muslim. 

Setiap tuntunan yang diberikan itupun bisa menjadikan bentuk ikhtiar umat muslim untuk mencapai surga sebagaimana janji Allah SWT.

Baca Juga : Kisah Pedagang Tolak Untung Ratusan Juta tapi Bersumpah Atas Nama Allah Demi Uang Receh

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Muadz bin Jabal telah meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut.

"Tidaklah seorang wanita atau istri menyakiti suaminya di dunia. Wanita manapun yang memalingkan wajahnya dari suaminya (karena merasa lebih hebat, lebih pintar, lebih kaya) kecuali dia akan dilaknat oleh malaikat sampai suaminya ridha. Dan siapapun wanita yang membuat suaminya murka, marah, maka yang di langit Allah akan murka padanya,".

Isi hadits itu menurut Ustadz Basalamah memberikan sebuah isyarat bagi para calon ahli surga. 

Disebutkan, jika wanita yang ahli surga adalah mereka yang senantiasa membuat suaminya ridha. 

Sebagaimana perannya sebagai istri dan ibu, wanita memiliki tanggung jawab untuk mendapatkan ridha sang suami.

Ustadz Basalamah juga menyampaikan jika suami menjadi salah satu perantara seorang istri untuk masuk surga. 

Maka kedudukan suami sama dengan orang tua. 

Seburuk apapun perilaku suami, selama tak menyalahi syariat harus selalu dihormati layaknya anak menghormati orang tua.

Tentang wanita ahli surga itu, Ustadz Basalamah juga menyampaikan jika Rasulullah bersabda, "Wanita manapun yang meninggal dunia lalu suaminya ridha, kecuali akan masuk ke dalam delapan pintu surga yang manapun dia inginkan,".

Pada hadits tersebut, jelas disebutkan jika wanita ahli surga adalah mereka yang senantiasa memberikan ridha dari suaminya, bahkan ketika sang istri telah meninggal dunia. 

Suami akan merasa sedih dan kehilangan, namun tetap ridha dengan setiap perilaku dan perbuatan istri selama masih hidup.

Selain itu, pintu ke delapan surga merupakan tataran paling tinggi di surga sebelum surga yang dihuni para nabi. 

Hal itu menunjukkan, keridhaan seorang suami memiliki kedudukan yang paling tinggi.

Baca Juga : Kisah Lucu Sahabat Rasulullah yang Menggauli Istrinya di Siang Hari Saat Ramadan

Dalam hadits lain Rasulullah SAW menyampaikan, "Awal amal yang dihisab bagi wanita pada hari kiamat adalah shalatnya dan hubungannya dengan suaminya,".

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda, "Wanita manapun yang menjaga lima waktu salatnya plus salat sunnah dan puasa serta melayani suaminya, maka dia akan masuk surga,".

Hadits lain berbunyi, "Janganlah seorang suami yang mukmin membenci istrinya yang mukminah. Karena kalau dia tidak menyukai satu perilaku, dia masih bisa menerima perilaku lain yang baik,".

Selanjutnya, Abu Hurairah juga meriwayatkan hadits Rasulullah SW yang berbunyi, "Rombongan pertama yang masuk surga, wajah mereka laksana bulan di langit malam bulan purnama. Dan rombongan berikutnya, wajah mereka laksana bintang yang bersinar paling terang di langit. Masing-masing mereka memiliki dua orang istri yang betis keduanya terlihat dari balik dagingnya. Di surga tidak ada orang yang hidup membujang,".

Hadits tersebut banyak ditafsirkan oleh para ulama. 

Beberapa ulama berpendapat, dua istri yang dimaksud adalah istri suami yang telah dinikahi di dunia. 

Pendapat lain menyebut, di antara dua istri itu yang pertama adalah istri mereka di dunia dan satu lagi merupakan penghuni surga atau bidadari.

Pendapat lainnya lagi menyebut jika dua istri yang dimaksud adalah istri sang suami saat masih di dunia dan satunya lagi adalah ahli surga yang merupakan seorang perempuan yang meninggal dunia dalam kondisi masih gadis.

"Belum tahu mana riwayat yang paling benar, dan bisa jadi itu semua adalah benar. Karena kondisi di surga jauh berbeda dengan kondisi di dunia," tutup Ustadz Basalamah.