Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji saat dikonfirmasi awak media di Bakorwil Malang, Minggu (31/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji saat dikonfirmasi awak media di Bakorwil Malang, Minggu (31/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) terkait bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) untuk masyarakat terdampak covid-19 belum berjalan mulus di Kabupaten Malang.Hingga hari ini Senin (1/6/2020) masih terdapat 39 desa di Kabupaten Malang yang belum melakukan penyaluran bantuan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji menuturkan,  terkait penyaluran BLT-DD, hingga hari ini masih terdapat beberapa desa yang belum menyalurkan dikarenakan menunggu pencairan tahap kedua.

"Masih ada 39 desa yang belum menyalurkan. Sebanyak 27 desa menunggu pencairan tahap dua dan yang 12 desa insya Allah minggu depan ini clear. Kami targetkan minggu pertama Juni ini 378 desa sudah selesai menyalurkan BLT-DD tahap satu," ujar Suwadji, Senin (1/6/2020).

Selain itu, Suwadji menyebutkan bahwa pada Minggu (31/5/2020), beberapa desa  di dua kecamatan telah menyalurkan BLT-DD kepada masyarakat terdampak covid-19. Nilai bantuan Rp 600.000.

"Iya, di Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Bantur tanggal 31 kemarin penyalurannya. Tiga desa di Ngantang dan tiga desa di Bantur," ungkapnya. 

Terkait jumlah 27 desa di Kabupaten Malang yang masih menunggu pencairan pada tahap kedua, Suwadji mengatakan, dana desa telah digunakan untuk pembangunan dan penanganan covid-19 di masing-masing desa tersebut pada  Maret hingga April.  "Jadi sudah terpakai DD-nya. Maka dari itu, mereka kami ajukan ke BLT-DD tahap ke dua," kata Suwadji. 

Pencairan tahap kedua sendiri tidak memerlukan lagi persetujuan dari desa dan baru diajukan. Tetapi pengajuannya langsung dilakukan ke Pemerintah Kabupaten Malang sejak beberapa hari yang lalu. Harapannya  agar dana segera cair dapat disalurkan ke 27 desa.

"Jadi di tahap kedua ini kan sudah tidak usah persetujuan desa, tapi langsung pemkab. Dan kemarin Kamis (28/5) sudah kami ajukan pengajuan pencairannya untuk 27 desa. Kalau bisa cepat, ya seminggu besok sudah cair," ungkapnya. 

Dalam aturan dan edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa PDTT menyebutkan bahwa BLT-DD yang diterima  masyarakat terdampak covid-19 berjumlah Rp 600.000 prr bulan. Bantuan itu dimulai April hingga tiga bulan ke depan. 

Terkait aturan yang menyebutkan awal BLT-DD tersalurkan selama tiga bulan mulai  April hingga Juni, Suwadji menuturkan bahwa untuk pencairan di luar April, waktunya menyesuaikan dan pada intinya tiga bulan.

"Ya meskipun seharusnya bulan April kan bantuannya, kalau terima bulan Juni nanti, ya tetap tiga bulan itungannya. Juni, Juli, Agustus," katanya. 

Sementara itu, laporan yang diterima oleh Suwadji hingga update terakhir rekapitulasi penyaluran BLT-DD di Kabupaten Malang telah menjangkau 339 desa di Kabupaten Malang. 

"Jumlah desa yang sudah menyalurkan sjumlah 339 desa dengan jumlah KPM (keluarga penerima manfaat) sebanyak 39.762. Total anggaran yang telah disalurkan berjumlah Rp 23.857.200.000," beber Suwadji.

Lebih lanjut Suwadji menambahkan, masih adanya puluhan desa yang belum melaksanakan musyawarah desa khusus (musdesus) berakibat perencanaan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) di sejumlah desa terhambat penyaluran BLT-DD-nya.  "Sebanyak 352 desa telah melaksanakan musdesus dan sebanyak 26 desa di Kabupaten Malang belum melaksanakan musdesus," ujarnya. 

Terkait alasan belum dilaksanakan musdesus, Suwadji mengungkapkan bahwa pada awalnya masih menunggu kepastian data BST (bantuan sosial tunai) untuk penetapan data kartu keluarga sasaran BLT-DD.

"Awalnya nunggu kepastian data BST untuk penetapan data KK sasaran BLT DD. Mnggu ini akan diselesaikan  karena data BST sudah diterima," pungkasnya.