Ilustrasi virus Covid-19. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi virus Covid-19. (Foto: Shutterstock).

MALANGTIMES - Klaim penggantian biaya perawatan pasien Covid-19 oleh rumah sakit di Malang Raya sudah diterima BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan Malang.

Hingga bulan Mei 2020 ini, tercatat ada 10 rumah sakit di Malang Raya baik dari Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang yang telah memberikan klaim perawatan kesehatan untuk pasien positif Covid-19 maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Malang Melonjak, Ada 13 Pasien Baru

 

Total anggaran dari klaim perawatan kesehatan tersebut saat ini sudah mencapai Rp 4 Miliar. 

"Saat ini sudah ada 75 pasien yang biaya perawatannya difasilitasi BPJS Kesehatan Malang. Untuk nilai total anggarannya Rp 4 miliar," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata, Kamis (28/5/2020).

Dijelaskannya, klaim biaya perawatan dan pelayanan kesehatan penanganan Covid-19 memang baru masuk ke BPJS Kesehatan Malang setelah adanya peraturan dari Menteri Kesehatan.

Sebab, klaim tersebut juga dinilai berbeda dengan jenis pelayananan penyakit lainnya. Pihak BPJS Kesehatan berproses untuk melakukan verifikasi pendataan, sedangkan pembayatan bakal didapat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Prosesnya berbeda, aplikasi yang digunakan berbeda. Di sini BPJS Kesehatan hanya melakukan proses verifikasi. Kemudian, nanti pembayaran langsung dari Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan selama masa pandemi Covid-19 bagi rumah sakit yang mengajukan klaim perawatan dan pelayanan kesehatan dilakukan secara online. 

Baca Juga : Kota Batu Bakal Karantina Lokal Desa Giripurno, Ini Penyebabnya

 

"Sehingga baik itu proses penerimaan berkas verifikasi untuk pelayanan dan klaim BPJS Kesehatan khususnya bagi penanganan pasien Covid-19 dan PDP dikirimkan lewat email, semua paperless," tandasnya.

Sebagai informasi, terkait biaya perawatan pasien Covid-19 yang ditanggung pemerintah meliputi administrasi pelayanan, biaya pelayanan di ruang UGD, ruang perawatan intensif, ruang isolasi, kemudian jasa dokter, dan pemakaian ventilator.