Bantuan mobil PCR
Bantuan mobil PCR

MALANGTIMES - Di tengah belum suksesnya membendung wabah Covid-19, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuat gaduh. Dia marah-marah mempermasalahkan bantuan mobile PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diklaim hanya untuk Kota Surabaya.

Kemarahan Risma itu ditunjukan lewat rekaman video. Dalam rekaman video itu terlihat Risma marah-marah pada lawan bicaranya via telepon. 

Baca Juga : Covid-19 Tembus 2.216 Kasus, Pemkot Surabaya Malah Didukung "Buzzer"?

Dia mempermasalahkan kenapa bantuan mobile PCR yang dikirim BNPB tidak diserahkan ke Pemkot Surabaya. Padahal versinya, ia sendiri yang meminta mobil tersebut langsung pada Kepala BNPB Letjen Doni Monardo lewat via chat WhatsApp.

"Nanti saya dituduh tidak bisa berkerja. Kalau mau boikot jangan begitu caranya. Saya akan ngomong ini ke semua orang," ujar Risma dalam sebuah video yang viral sembari marah-marah.

Ternyata Risma diduga salah faham atas mobil PCR tersebut. Mobil itu ternyata diberikan BNPB atas permintaan Pemprov Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya. Dengan bukti surat tertanggal 11 Mei 2020, dengan nomor : 00/34/COVID-19/V/2020.

Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono dalam sesi konferensi pers, Jum'at (29/5/2020) malam, memberikan kronologis perihal bantuan mobil tersebut. 

"Bantuan mobil BNPB ditujukan ke Provinsi Jatim. Gugus Tugas Jatim bersurat ke Gugus Tugas Pusat," terangnya.

Surat tersebut bunyinya perihal permohonan dukungan percepatan penegakan diagnosis Covid-19. Di mana ada 15 unit yang diminta oleh Pemprov Jatim.

"Disamping surat, Gubernur telpon ke Jenderal Doni Monardo beserta Pangdam soal bantuan mobil PCR," lanjutnya.

Baca Juga : Si Jago Merah Beraksi, Isi Kafe di Kota Batu Ludes Terbakar

Setelah berkirim surat tersebut BPBD Jatim kemudian diarahkan oleh Gugus Tugas Pusat untuk berkomunikasi dengan Deputi I. "Diarahkan ke pak Dodi dan pada tanggal 27 dikirim unit mobil dengan 2 mesin PCR," kata Suban.

Setelah itu mobil tiba di Surabaya pada Rabu (27/5/2020) pagi di Rumah Sakit Lapangan yang ada di Jalan Indrapura. "Mobil kemudian langsung beroperasi di RS Unair," lanjutnya.

Keesokan harinya mobil lanjut diarahkan ke luar Kota Surabaya. Yaitu, di Sidoarjo dan Lamongan. "Mobil lab tidak hanya untuk Surabaya. Tapi juga daerah lain seperti Lumajang dan Tulungagung karena butuh bantuan," imbuhnya.