Menuju Transisi New Normal Pasca-PSBB, Pemkot Malang Bakal Longgarkan Aturan, tapi...

May 28, 2020 17:36
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya akan segera berakhir pada 30 Mei 2020 mendatang.

Selanjutnya, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang akan melakukan masa transisi sebelum menuju new normal sebagai bentuk menata kehidupan baru agar masyarakat berdamai dengan covid-19.

Namun, perlu dipahami bahwa pada masa tersebut bukan berarti masyarakat dengan bebas dan seenaknya bepergian ke mana saja seperti pada masa sebelum pandemi covid-19 muncul.

Ketiga pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya juga menyiapkan peraturan wali kota (perwal) dan peraturan bupati (perbup). Hal itu akan mengatur apa saja yang  bisa dijalankan dan tidak pada masa transisi yang rencananya akan dilakukan selama tujuh hari sebelum new normal.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Malang Wasto menyatakan, pada masa transisi new normal, masih tetap ada pembatasan-pembatasan dan penerapan protokol covid-19 yang harus dipatuhi masyarakat.

"Perlu dipahami bahwa masa transisi new normal itu bukan berarti hidup kembali seperti di zaman sebelum ada covid-19. Tidak. Kita masih hidup dalam pandemi. Tetap ada pembatasan-pembatasan, tetap ada protokol-protokol kesehatan pada sektor-sektor tertentu," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (28/5/2020).

Tetapi, pembatasan yang diatur dalam perwal dan perbup tersebut nantinya akan memberikan kelonggaran di beberapa aspek, di samping tetap mempertahankan kewajiban protokol covid-19.

"Iya (akan diwajibkan dalam aturan perwal dan perbup beserta sanksinya). Mari kita longgarkan. Antara melonggarkan dan antara masih ada risiko, masih ada covid-19, tolong sama-sama mari kita pahami dan kita lakukan. Sehingga yang namanya setelah PSBB, itu wajib pakai masker, wajib cuci tangan, instansi ya tetap harus ada alat ukur suhu," imbuhnya.

Salah satu yang mendapat kelonggaran pembatasan yakni tempat pembukaan usaha seperti mal yang dalam hal ini di masa transisi new normal diperbolehkan untuk buka. Namun, ada pengetatan dalam penerapan protokol kesehatannya. "Boleh (mal buka), dengan pengetatan protokol kesehatan sekaligus pembatasan jumlah orang," terangnya.

Lebih lanjut, Wasto mengatakan pelaksanaan pada masa new normal diharapkan jangan untuk ajang euforia kebebasan bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19 saat ini. Tetapi bagaimana segala penerapan pencegahan bisa tetap berjalan beriringan untuk menekan angka penyebaran penularan covid-19.

"Itu (new normal) kan mencari solusi antara bagaimana covid-19 tidak menyebar, antara aspek ekonomi juga bisa berjalan. Jangan euforia untuk keluar seperti sudah tidak ada covid-19. Lha kalau semacam itu potensi penyebaran dan terpaparnya malah lebih banyak," tandasnya.

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari IniNew NormalTransisi New NormalPemkot Malang Bakal Longgarkan AturanPemkot Malang Longgarkan AturanSekda kota malangWasto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru