Data update terbaru (27/5/2020) pada laman satgascovid19.malangkab.go.id . (Foto: twitter kominfomalangkab)
Data update terbaru (27/5/2020) pada laman satgascovid19.malangkab.go.id . (Foto: twitter kominfomalangkab)

MALANGTIMES - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang bertambah sebanyak 13 orang pada hari Rabu (27/5/2020). Penambahan itu terhitung cukup tinggi sepanjang dimulainya persebaran Covid-19 di wilayah Malang Raya. Mereka tersebar di 3 (tiga) kecamatan.

Penambahan tertinggi ini terjadi pada hari kesepuluh pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya, yang dimulai pada hari Minggu (17/5/2020) hingga hari Sabtu (30/5/2020).

Hal itu terlihat dari laporan perkembangan pasien Covid-19 di website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yakni satgascovid19.malangkab.go.id yang terupdate pada hari Rabu (27/5/2020) pukul 15.26 WIB dengan total 72 pasien positif Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz yang juga selaku Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang menuturkan bahwa kluster dari 13 pasien tersebut terbagi menjadi dua kluster besar, yakni Singosari dan Karangploso.

"Sebanyak 5 orang satu keluarga di Karangploso dan sisanya sebanyak 8 orang kluster satu keluarga di Singosari," bebernya  saat dikonfirmasi pewarta, Rabu (27/5/2020). 

Berdasarkan data perkembangan pasien Covid-19 dalam website satgascovid19.malangkab.co.id, dari 13 tambahan pasien positif Covid-19 sebarannya di 3 (tiga) kecamatan di Kabupaten Malang. 

"Rinciannya, Karangploso 5 (lima), Singosari 7 (tujuh), Lawang 1 (satu) yang merupakan kluster lokal," jelas Aniswaty melalui pesan singkat kepada MalangTIMES.

Aniswaty menuturkan bahwa dari dua kluster keluarga yang tersebar di Kecamatan Karangploso dan Kecamatan Singosari, didasari akibat tidak mematuhi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Terkait sebarannya, untuk kluster keluarga yang di Kecamatan Karangploso, mereka terjangkit dari salah satu anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Saat meninggal dunia, pasien yang juga sebagai ayah dalam satu keluarga tersebut dalam kondisi perawatan dan hasil dari tes swab belum keluar. 

Sebelumnya pihak keluarga dari almarhum menolak untuk mekanisme pemakaman menggunakan mekanisme pemakaman pasien positif Covid-19. Setelah diperantarai oleh pihak Pemerintah Desa, akhirnya pihak keluarga bersedia untuk almarhum dimakamkan dengan menggunakan mekanisme pemakaman Covid-19. 

Sementara itu, dugaan sementara bahwa persebaran Covid-19 yang terjadi di dalam satu keluarga tersebut terjadi saat pihak keluarga menolak untuk menjalankan pemakaman dengan menggunakan mekanisme Covid-19. Setelah dimakamkan, hasil tes swab baru keluar bahwa almarhum dinyatakan positif Covid-19. 

"Setelah kepala desa memberikan semacam peringatan, baru mau (dimakamkan dengan mekanisme Covid-19). Tapi sudah terjadi penularan sebelumnya," ujar Aniswaty. 

Sedangkan untuk persebaran yang terjadi di kluster keluarga Kecamatan Singosari, penularan Covid-19 terjadi disebabkan oleh satu anggota keluarga yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

"Mereka abai pada isolasi. Mengabaikan SOP kesehatan. Tidak disendirikan, masih tanpa masker," imbuhnya. 

Sementara itu, untuk kasus pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 terdapat satu pasien dari Kecamatan Singosari yang tercantum dalam website resmi satgascovid19.malangkab.go.id. 

Untuk diketahui hingga hari Rabu (27/5/2020) pukul 15.26 WIB berdasarkan website resmi satgascovid19.malangkab.go.id jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) sebanyak 1.450 orang, ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 457 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 280 pasien, terkonfirmasi positif 72 orang dengan rincian 7 (tujuh) pasien dirawat, 25 isolasi mandiri di rumah, 5 (lima) orang menjalani observasi, 25 orang berhasil sembuh dan 10 orang meninggal dunia.