Ilustrasi kejahatan siber (netralnews)
Ilustrasi kejahatan siber (netralnews)

MALANGTIMES - Masa pandemi Covid-19 ini tak lantas membuat aksi kejahatan, khususnya kejahatan siber lenyap. Justru pada masa pandemi ini kejahatan siber banyak dan rentan terjadi.

Modus yang dilakukan banyak oknum pelaku kejahatan siber membuat domain-domain web atau website baru yang memanfaatkan kata-kata atau hal yang berkaitan dengan Covid-19. Sebab saat ini kata-kata seperti covid-19, corona maupun virus menjadi trending dan banyak digunakan dalam kolom pencarian oleh para netizen.

Baca Juga : Gawat! Peretas Bocorkan 2,3 Juta Data Lengkap Warga Indonesia yang Diperoleh dari Data KPU

Dilansir dari medcomdotid, terdapat tim peneliti yang berada di unit 42 dan merupakan bagian Palo Alto Networks, melihat memang terdapat peningkatan trafik terkait pencarian hal-hal yang berkaitan dengan Covid-19 melalui mesin pencarian di internet.

Titik puncaknya terjadi pada akhir Januari, akhir Februari, dan pertengahan Maret 2020.

Hal ini juga dibuktikan dengan penggunaan Google Trend dan Log  Traffic, jika ada peningkatan pencarian maupun registrasi domain terkait penggunaan kata-kata yang dengan trending tersebut lebih dari 600 persen pada Februari dan Maret.

Ahkir Maret, tercatat, 116.357 nama domain baru terkait Covid 19 telah terdaftar. Sebanyak 2.022 di antaranya dinilai berbahaya sedangkan 40.261 domain lain dinilai pada suhu tinggi.

Lebih detail untuk menggali berbahayanya domain-domain baru tersebut, Unit 42 melakukan analisis domain dengan pengelompokan informasi berdasarkan catatan DNS, Whois dan tangkapan layar yang dikumpulkan otomatis oleh web crawler guna mendeteksi kampanye registrasi domain yang berbahaya.

Situs-situs tersebut terindikasi bisa juga disisipkan Malware Ransomware oleh pembuatnya, dimana Malware akan mencuri data mereka yang mengakses. Selain itu, bisa juga pemilik domain menjual atau memanfaatkan domain tersebut untuk situs jual beli namun dengan tujuan sebenarnya melakukan penipuan.

Karenanya, agar terhindar dari aksi reaksi tersebut, para pengguna internet yang seringkali surfing harus mengenali dan mengantisipasi hal ini. Langkahnya adalah bersikap skeptis terhadap email menggoda seperti email promosi yang mencurigakan.

Baca Juga : Tagar #YouTubeDown Trending Topic Twitter, Bagaimana di Indonesia?

Perhatikan juga adanya email masuk terkait Covid-19, lihat pengirimnya, isi email, bila terlihat janggal lebih baik abaikan. Selain itu, bilamana terdapat sebuah link yang coba diarahkan dalam isi email, lagi-lagi harus waspada dan jangan mudah mengklik.

Kemudian, selalu hati-hati dan waspada ketika mengakses sebuah website berkaitan tema Covid-19, terlebih lagi website tersebut sebelumnya belum pernah kenal atau diakses.

Lakukan pengecekan validitas keamanannya dengan mengetikan pada address bar (google [.] Com vs g00gle [.] Com) agar diketahui domain tersebut merupakan domain yang sah dan memastikan jika icon kunci di sebelah address bar adalah koneksi https yang valid.