Lansekap keindahan Taman Alun-Alun Bundar Kota Malang. (Yogi Iqbal/MalangTIMES).
Lansekap keindahan Taman Alun-Alun Bundar Kota Malang. (Yogi Iqbal/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Perayaan hari kemenangan atau lebaran Idul Fitri 2020 terasa sungguh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Semarak menyambut hari kemenangan nampaknya tak bisa dilalui dengan berbagai tradisi yang biasanya dilakukan satu tahun sekali.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Aksi Pajang Baju Layak Pakai Bebas Diambil Sepuasnya Ramai di Twitter

Karena selama masa pandemi Covid-19, ada banyak hal pembatasan yang secara otomatis akan membuat perayaan hari kemenangan tahun ini terasa jauh berbeda. 

Aktivitas yang selalu dinantikan, dipastikan tak bisa dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di Kota Malang sendiri, ada banyak tradisi dan kebudayaan unik yang selalu dirayakan selama menyambut hari kemenangan. 

Namun, tahun ini sepertinya tak bisa dirasakan dan dinikmati. 

Berikut ini deretan tradisi dan budaya yang nampaknya harus ditinggalkan sementara saat Idul Fitri 2020.

1. Takbir Keliling
 


Tak jauh berbeda dengan daerah lain di Indonesia, warga Kota Malang selalu melakukan takbir keliling di hari terkahir puasa. 

Anak-anak muda hingga dewasa berkumpul bersama berkeliling kampung dan jalan-jalan protokol di Kota Malang. 

Sembari mengucapkan kalimat takbir, masyarakat selalu menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita.

Saat malam takbir, obor hingga lampion sengaja dinyalakan. 

Masyarakat secara berkelompok biasanya mengitari beberapa sisi kota. 

Tampak raut bahagia dan sumringah terlihat di antara wajah masyarakat saat menyambut hari kemenangan itu.

Namun lantaran adanya imbauan dan larangan untuk tak berkumpul dan menerapkan physical distancing, maka kebiasaan itu tak bisa dilakukan tahun ini.

2. Salat Berjamaah di Kompleks Perdamaian
 


Sebagai kota yang memiliki banyak penganut agama, tentu Kota Malang juga dikenal sebagai kota yang rukun antar umat beragama. 

Salah satu pemandangan sejuk yang melibatkan umat beragama pun selalu terlihat dalam berbagai perayaan hari besar keagamaan.

Tanpa kecuali saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

Salah satu pemandangan yang selalu bikin adem adalah ketika pelaksanaan salat Id berjamaah di kawasan kompleks damai di sekitaran area Alun-Alun Kota Malang.

Masyarakat yang hendak melaksanakan Salat Id di Masjid Jami Kota Malang pun akan menggelar sajadah mereka hingga ke depan kompleks Gereja GPIB Immanuel. 

Dalam berbagai kesempatan, bahkan umat kristiani membantu muslim yang hendak melaksanakan salat Id dengan membagikan koran sebagai alas.

Usai melaksanakan salat Id, umat muslim dan kristiani yang hendak beribadah pun tak jarang melakukan halal bihalal dan bersalaman di sepanjang kompleks Alun-Alun Kota Malang tersebut. 

Baca Juga : DIY Parcel Unik Buat Rekan Kerja atau Keluarga, Pakai Barang yang Simpel tapi Berguna

Sungguh, ini menjadi salah satu pemandangan indah yang sepertinya tak bisa dinikmati tahun ini.

Pasalnya, dari hasil kesepakatan bersama, salat Id berjamaah tahun ini ditiadakan. 

Masyarakat diimbau melaksanakan ibadah di rumah masing-masing dengan tetap menyelenggarakan protokol kesehatan.

3. Halal Bihalal di Pinggir Jalan
 


Salah satu kebiasaan unik warga Kota Malang adalah adanya tradisi halal bihalal di sepanjang jalanan. 

Tradisi ini merupakan kebiasaan dari warga di kawasan Oro-Oro Dowo. 

Sebelum bersilaturahim dan menghabiskan waktu dengan keluarga, warga di sana terlebih dulu melakukan halal bihalal di pinggir jalan. 

Seusai salat Idul Fitri, warga biasanya akan membuat barisan panjang dan saling bermaaf-maafan.

Tradisi ini sudah dilakukan sejak 1990 lalu. 

Menariknya lagi, acara maaf-maafan yang dilaksanakan di pinggir jalan itu tidak hanya melibatkan umat muslim saja. 

Warga non muslim pun turut membantu kelancaran kegiatan yang sakral itu, mulai dari persiapan hingga proses pelaksanaan halal bihalal itu sendiri.

Pemandangan indah dan menyejukkan ini dapat dirasakan dan dilihat hanya ketika perayaan hari besar saja. 

Terutama saat perayaan Idul Fitri setelah satu bulan lamanya menahan lapar dan dahaga. 

Namun tahun ini, kebiasaan itu nampaknya harus terpaksa absen.

Selain tiga kebiasaan itu, tentu ada banyak lagi aktivitas yang tak bisa ditemui di lebaran tahun ini. 

Di antaranya seperti acara temu kangen keluarga besar yang biasanya dirayakan di rumah pribadi ataupun tempat makan.

Karena kegiatan berkumpul disarankan untuk ditiadakan selama pandemi Covid-19. 

Terlebih, Kota Malang sendiri saat ini dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Pembatasan tersebut berlangsung hingga Sabtu (31/5/2020) mendatang.