Salah satu objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Salah satu objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sudah menyiapkan strategi promosi, untuk kembali menggairahkan potensi wisata di Kabupaten Malang yang sempat mati suri karena adanya pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menjelaskan, salah satu strategi promosi yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan peran teknologi.

Baca Juga : Disparbud Kabupaten Malang Siapkan Aturan Berwisata, Ini Isinya

”Sekitar 1 sampai 2 bulan ke depan, mereka (pelaku wisata) akan berupaya untuk melakukan promosi. Jadi sekarang masih dalam tahap persiapan, sehingga begitu kembali dibuka akan dijual melalui IT (Informasi dan Teknologi),” terang Made.

Menurutnya, promosi menggunakan sarana teknologi tersebut, bisa dilakukan melalui media sosial ataupun website. ”Mungkin nanti dalam waktu dekat ini, kami juga akan melakukan promo melalui film,” ungkap Made.

Rencananya, pembuatan film tersebut menayangkan saat di mana para pelaku wisata melakukan kesiapan destinasi baru, untuk lebih menarik minat wisatawan guna berkunjung ke objek wisata yang mereka kelola.

”Kalau mereka (pelaku wisata) saat ini mungkin sudah berupaya untuk memperbaiki, kemudian menambah destinasi semenarik mungkin. Sehingga nanti bisa jadi daya tarik lebih bagi wisatawan, untuk berwisata ke setiap destinasi yang ada di Kabupaten Malang,” ungkap Made.

Sekedar diketahui, objek wisata di Kabupaten Malang sudah mulai berhenti beroperasi sejak kasus covid-19 ditemukan di Indonesia. Yakni sekitar pertengahan bulan Maret 2020.

Penutupan tersebut dilakukan karena kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang, saat itu juga sudah mulai mewabah secara masif. 

Baca Juga : Ditutup Sejak Maret, Pemkab Malang Bersiap Hadapi Lonjakan Wisatawan Usai Pandemi

”Kami masih menunggu sampai kapan sebenarnya status pandemi ini oleh pemerintah pusat dicabut,” keluh Made.

Sembari menunggu, lanjut Made, pihaknya mengaku instens berkoordinasi dengan pelaku wisata guna memantau kesiapan objek wisata pasca pandemi covid-19 berakhir.