Salah satu destinasi wisata alam yang dipersiapkan untuk menyambut kelonjakan jumlah wisatawan di Kabupaten Malang
Salah satu destinasi wisata alam yang dipersiapkan untuk menyambut kelonjakan jumlah wisatawan di Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan sosial. Namun, juga berdampak pada sektor pariwisata. Tanpa terkecuali pariwisata yang ada di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Usai Pandemi Covid-19, Kabupaten Malang Siapkan Destinasi Edukasi Wisata Alam

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menjelaskan jika semenjak adanya kasus  positif covid-19 di Indonesia, pariwisata di Kabupaten Malang ikut terpukul. Penghasilan dari pengelolaan objek wisata mengalami penurunan.

”Yang pasti dampaknya sangat signifikan, bahkan saat ini tidak ada lagi wisatawan yang berani ke lokasi wisata, karena memang sudah kami antisipasi (penularan covid-19) dengan cara menutup (objek wisata),” kata Made saat ditemui media online ini.

Sebagai informasi, awal mula ditemukannya kasus positif covid-19 di Indonesia,  diumumkan oleh Presiden Joko Widodo ada 2 orang warga negara Indonesia yang positif covid-19 pada Senin (2/3/2020), .

Kedua pasien tersebut merupakan warga Depok, dan masih memiliki hubungan darah. Yakni seorang ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun.

”Penutupan (destinasi wisata) 2 minggu setelah pengumuman resmi covid-19 (di Indonesia),” jelas Made.

Ditutupnya objek wisata tersebut, mulai diimbau oleh pemerintah daerah setelah adanya kasus terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Malang. Di mana pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu, kasus covid ditemukan pertama kali di wilayah Kecamatan Dau.

”Kami kembalikan kepada mereka, karena kalau kita perintahkan untuk langsung tutup mungkin mereka belum siap. Sehingga setelah 2 minggu (pascakasus pertama covid-19) itu, para pelaku wisata sudah mulai prepare (persiapan) untuk tutup,” sambung Made.

Baca Juga : Wisata Terdampak Covid-19, Kabupaten Malang Lakukan Perbaikan Infrastruktur

Sebelum resmi ditutup, lanjut Made, dalam kurun waktu 2 minggu tersebut para pegiat wisata mulai menerapkan sistim shift. Artinya, jika biasanya buka mulai pagi sampai sore, bahkan ada sebagian objek wisata yang memperkenankan wisatawan untuk nge-camp.

Sistemnya menjadi berubah dengan hanya membuka objek wisata sampai siang. Meski hanya buka dengan sistem shift, para pegiat wisata tetap memperhatikan protokol kesehatan. Yakni dengan memeriksa suhu tubuh dan menyemprotkan disinfektan.

”Semula hanya mengawali dengan sistem shift, kemudian sampai saat ini para pegiat wisata di Kabupaten Malang terpantau benar-benar menutup tempat wisata yang mereka kelola,” ujar Made.

Meski tidak menerima kunjungan wisatawan, sambung Made, para pelaku wisatawan dipastikan tidak berhenti untuk terus berinovasi. Soalnya, para pegiat wisata saat ini terpantau sedang mempersiapkan wahana baru, untuk memancing kedatangan sekaligus menyambut lonjakan wisatawan pascapandemi covid-19 berakhir.

”Kita yakin bahwa setelah covid-19 pasti orang ingin kemana-mana. Oleh karena itu, destinasi wisata sedang kami persiapkan untuk menyambut hal itu,” tutup Made.