Suasana pemberian mesin pencacah plastik dari pihak swasta ke penggerobak (Hendra Saputra)
Suasana pemberian mesin pencacah plastik dari pihak swasta ke penggerobak (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pengumpul sampah dengan gerobak kemudian mengolahnya menjadi menjadi pupuk kompos binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendapatkan perhatian dari pihak swasta.

Mereka yang terkumpul di TPS Madyopuro mendapatkan bantuan alat pencacah plastik PT. Arta Asia Putra. Pemberian bantuan itu didampingi DLH Kota Malang. 

Baca Juga : Tak Dapat Bantuan Makanan, Warga ODP dan PDP Kedung Baruk Kena Prank Pemkot Surabaya?

 

Bantuan  mesin pencacah plastik itu bisa digunakan untuk mendaur ulang sampah berbahan plastik. "Kami saat ini menjalin kerja sama agar para penggerobak yang ada di wilayah Kota Malang ini bisa terus eksis. Dalam hal ini bisa mengolah sampah yang kemudian menjadi pupuk kompos," ujar Kepala DLH Kota Malang, Rinawati.

Menurut Rinawati, langkah tersebut sangat bagus karena secara tidak langsung pihaknya juga terbantu dengan pengurangan hasil sampah karena sudah diolah menjadi pupuk.

"Kalau bisa menghasilkan banyak olahan dari sampah kan otomatis menurun jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Malang ini," imbuhnya.

Sementara itu perwakilan PT. Arta Asia Putra, Yonantha Christian mengatakan bahwa pemberian mesin pencacah plastik ini adalah bentuk suport pihak swasta kepada dunia persampahan dan umumnya Kota Malang.

"Ini kebetulan yang datang baru di sini, ada pencacah plastik, nanti juga ada mesin pembuat pelet, ada 2 mesin. Dan yang kebetulan dikirim baru satu. Nanti kontruksinya masih harus kita betulkan lagi, kita trail sistem yang untuk report. Jadi langsung alat ini bekerja, reportnya ke DLH lewat online," ujar Yonantha.

Selain membantu melalui mesin, Yonantha nantinya membantu juga memasarkan pupuk yang sudah diolah. Hal itu juga sangat membantu DLH dalam hal ini sebagai pembina penggerobak.

Baca Juga : Dinilai Tidak Tepat Sasaran, BEM Malang Raya Minta Dilibatkan Dalam Penyaluran Bansos

 

"Kalau misalkan dari teman-teman penggerobak ini kadang keluhannya juga mereka di permainkan dengan harga pupuk. Jadi kami juga membantu memasarkan pupuk mereka karena kebetulan kami juga kenal paguyuban petani," ungkapnya.

Nantinya tak hanya di satu titik, Yonantha mengaku sedang berproses yang pada akhirnya lima TPS di lima kecamatan di Kota Malang akan diberikan mesin serupa.