Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Sebagai umat muslim, tentu mengetahui dan meyakini jika salah satu mukjizat terbesar Rasulullah Muhammad SAW adalah terbelahnya bulan menjadi dua. 

Peristiwa besar itu menjadi salah satu pengingat kebesaran Allah SWT untuk seluruh umat di dunia.

Baca Juga : Terkait Salat Ied, Pemkab Malang Tunggu Instruksi MUI

Terbelahnya bulan menjadi dua juga sekaligus menunjukkan tingkat kebebalan para kafir Quraisy yang justru menyebut mukjizat itu sebagai "sihir".

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, kisah tentang terbelahnya bulan menjadi dua disampaikan oleh HR Bukhari. 

Disebutkan jika peristiwa terbelahnya bulan terjadi di malam hari, saat Rasulullah SAW dan umat muslim ketika itu tengah melakukan tawaf.

Ketika sedang melakukan tawaf, tiba-tiba saja datang orang-orang kafir Quraisy. 

Orang-orang itu mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Muhammad, apakah engkau mau kami beriman?".

Rasulullah SAW pun menjawab iya. 

Kemudian orang Quraisy menunjuk bulan yang tengah terang dan meminta agar Rasulullah SAW membelah bulan tersebut. 

Tujuan kaum kafir Quraisy saat itu tak lain adalah untuk mempermalukan Rasulullah.

Lalu Rasulullah SAW berkata, "Wahai Quraisy, apakah ketika saya minta kepada Allah SWT bulan akan dibelah seperti yang kalian minta, maka kalian akan beriman?". 

Kaum Quraisy pun mengiyakan pertanyaan Rasulullah SAW tersebut.

Kemudian, saat itu Rasulullah SAW menggaris bulan dengan jari beliau, maka terbelahlah bulan menjadi dua bagian. 

Peristiwa itu disebut terjadi sebelum Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah dari Makkah.

Baca Juga : Menjemput Surga dengan Sepotong Kurma, Kisah Sahabat Rasulullah di Tengah Perang Badar

Disebutkan jika saat terbelah, satu bagian bulan berada di sisi timur, tepatnya di sebelah Gunung Abu Qubais. Sedangkan satu bagian lagi ada di sisi barat di sebelah Gunung Qaiqa’an.

Namun yang terjadi saat itu, kaum Quraisy tak beriman dan menyebut jika Rasulullah SAW telah melakukan sihir kepada penduduk Makkah dengan mengelabui pandangan mata mereka. 

Mereka pun kemudian memutuskan menunggu satu bulan berikutnya hingga pada masa perdagangan tiba.

Satu bulan kemudian, umat muslim dan kaum kafir Quraisy pun bertanya kepada para pedagang yang datang ke Makkah. 

Para pedagang itu berasal dari berbagai belahan dunia. 

Di sana, penduduk yang berasal dari berbagai negeri itu memberikan kesaksian jika mereka pernah melihat bulan terbelah menjadi dua.

Namun mereka tak mengetahui dengan pasti kenapa bulan tersebut bisa terbelah. 

Mendengar kesaksian penduduk luar Makkah, kaun Quraisy masih tetap memilih tak beriman dan lagi-lagi menyebut jika Rasulullah SAW memiliki sihir hingga bisa mempengaruhi dunia.