Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Masa perjuangan Rasulullah SAW dalam memperluas ajaran Islam sungguh melalui banyak tantangan. Peperangan dan pertempuran pun selalu terjadi setiap saat. 

Dalam setiap peperangan yang terjadi, tentu ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil untuk hari ini.

Baca Juga : Dijauhkan dari Tangan Musyrik, Jenazah Sahabat Rasulullah Sengaja Dihanyutkan

Salah satunya adalah kisah inspiratif seorang sahabat bernama Umair bin Al-Hammam yang turut serta dalam Perang Badar. 

Umair pun dikisahkan telah menuju surga dengan diantarkan sepotong kurma yang sebelumnya telah ia kunyah.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan kisah itu. 

Diceritakan, Rasulullah SAW saat Perang Badar berkata pada pada sahabat, "Demi Allah tidak ada seorang pun di antara kalian terbunuh menghadapi musuh kecuali pasti masuk surga yang luasnya seluas langit dan bumi,".

Umair yang saat itu tengah memegang dua kurma pada tangannya, tapi mendengar itu dia pun menyampaikan kekagumannya dengan penuh semangat. 

Dia pun berkata "Indah sekali ya Rasulullah," dan mengulanginya hingga beberapa kali.

Kemudian Rasulullah bertanya kenapa Umair mengatakan kematian itu indah. 

Lalu Umair menjawab, "Ya Rasulullah, aku tinggal masuk ke medan perang ini dan dibunuh mereka orang-orang kafir, maka aku akan masuk surga, tanpa hisab. Itu sebabnya saya mengucapkan Indah ya Rasulullah,".

Sebelum gema takbir diucapkan, Rasulullah SAW dan para sahabat pun telah bersiap dengan seluruh pasukan. 

Saat yang lain bersiap melaju ke medan perang dan takbir diucapkan, Umair pun memakan dua buah kurma yang ada di tangannya.

Baca Juga : Ini Beda Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Jangan Sampai Keliru Mengartikannya

Lalu Rasulullah SAW menyampaikan jika Umair tak akan cepat sampai di surga jika ia masih melanjutkan mengunyah kurmanya. 

Umair pun membuang sisa kurma di mulutnya dan langsung lari menuju medan perang. 

Potongan terakhir yang dia buang itu rupanya membuat dia makin cepat menjemput musuh.

Dalam Perang Badar itu pula, Umair telah mengembuskan napas terakhirnya dan gugur sebagai syuhada.

Dari kisah itu, Ustadz Basalamah menyebut jika ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. 

Pertama adalah semangat luar biasa yang ditunjukkan para sahabat dalam memerangi orang-orang kafir saat itu.