Guru Besar Universitas Brawijaya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro didampingi istri saat mendemkkan tata cara mengkonsumi kopi dan telur sebagai pencegahan covid-19
Guru Besar Universitas Brawijaya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro didampingi istri saat mendemkkan tata cara mengkonsumi kopi dan telur sebagai pencegahan covid-19

MALANGTIMES - Pada tulisan sebelumnya dijelaskan, kopi formula temuan Guru Besar Universitas Brawijaya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro diyakini mampu menjadi salah satu alternatif mencegah Covid-19.

Kopi yang diformulasikan dengan formula khusus itu pun saat ini sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat di sekitar perumahan Profesor Sutiman sebagai salah satu bentuk pencegahan. Bahkan, beberapa tenaga media di Jambi dan Semarang telah mengkonsumsi kopi formula khusus ini sebagai upaya pencegahan.

Baca Juga : Kesepian, Mampir di Warung 'Cethot' Bisa Pangku dan Karaoke Murah Meriah, Ditambah..

Profesor Sutiman menjelaskan, mengkonsumsi kopi formula buatannya ini harus dengan putih dan kuning telor. Tujuannya agar kopi aman hingga ke lambung saat dikonsumsi. Sehingga tak masalah jika harus dikonsumsi oleh orang yang sakit mag sekalipun.

Cara membuatnya sendiri adalah dengan melarutkan empat takaran tutup botol kopi formula dengan satu butir telur. Kemudian campuran keduanya diaduk ke arah kiri layaknya tawaf dan dengan mengucapkan doa.

Larutan kopi dan telur itu diaduk hingga rata. Baru kemudian bisa dikonsumsi secara rutin sebagai pencegahan. Untuk yang sakit, bisa meminumnya tiga kali dalam satu hari. Namun untuk yang tidak dalam kondisi sakit dan sebagai pencegahan, dapat mengkonsumsinya satu kali dalam satu atau dua hari.

"Dan ini fungsinya adalah sebagai peluruh radikal bebas berlebih saat orang sedang sakit, termasuk ketika diserang covid-19," katanya di sela pertemuan dengan akademisi di Kota Malang bersama Satgas Covid-19 NU Malang dan MalangTIMES untuk membahas tentang solusi baru menghadapi covid-19 di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Senin (18/5/2020) sore.

Profesor Sutiman menyebut, temuannya tersebut bukanlah menjadi obat Covid-19. Melainkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif penangkal Covid-19. Temuannya diharapkan dapat diteliti lebih jauh untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Malang Raya dan Indonesia.

Karena sejauh ini, vaksin untuk Covid-19 masih belum ditemukan. Sehingga, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah hidup berdampingan dengan Covid-19. Tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan seperti social dan physical distancing selama pandemi Covid-19 belum selesai.

Selanjutnya, untuk bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, maka perlu dilakukan upaya untuk bertahan. Salah satunya dengan menciptakan senjata dalam tubuh. Salah satunya melalui beberapa produk yang telah berhasil diteliti oleh para ahli.

Mulai dari mengkonsumi jamu-jamuan dan obat herbal yang notabene sudah ada sejak dulu. Terlebih, dari beberapa temuan yang ada, jamu-jamuan yang ada juga bisa dibuat secara mandiri di rumah.

Baca Juga : Harus Selalu Ada Kopi Malang, Kedai Kopi Ini Menolak Kopi Asing

"Kita negara sebesar ini sudah saatnya untuk memanfaatkan sumber daya yang kita miliki sendiri," terangnya.

Sementara itu, dalam pertemuan meja kotak yang dilakukan oleh akademisi UB dengan Satgas Covid-19 NU Malang dan MalangTIMES itu, temuan dari Profesor Sutiman tersebut direncanakan untuk dilakukan uji klinis lebih jauh. Sehingga dapat menjadi salah satu pedoman sehat saat masyarakat harus hidup berdampingan dengan Covid-19.

Turut hadir dalam pertemuan meja kotak yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh pada Senin (18/5/2020) sore itu, sebagai tuan rumah adalah pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh sekaligus Rektor Universitas Brawijaya Malang periode 2014-2018, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri dan Guru Besar Universitas Brawijaya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro beserta istri.

Kemudian Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah atau akrab disapa Gus Is beserta jajaran dari Satgas Covid-19 NU Malang dan Direktur JatimTIMES Lazuardi Firdaus dan General Manager JatimTIMES, Heryanto.