Kesepian, Mampir di Warung 'Cethot' Bisa Pangku dan Karaoke Murah Meriah, Ditambah..

Jul 08, 2018 07:42
ilustrasi
ilustrasi

Gemerlap kota dengan seribu Warung Kopi yakni kota Tulungagung memang terkenal hingga luar daerah. Selain murah, tempat nongkrong dengan pelayanan plus dengan mudah dijumpai di warung kopi. 

"Ada tujuh freelance, saya tidur di luar tapi kerja di sini," kata Ninin (21) yang mengaku berstatus janda asal Kediri ini 

Baca Juga : Transparansi Anggaran Disparbud Dipertanyakan, Pemkab Malang jadi Paling Disorot

Ada banyak warung kopi di Tulungagung yang menyajikan pelayan yang cantik dan berdandan seksi, asal sopan pengunjung diperbolehkan pegang, colek, dan sejenisnya, tanpa harus bayar tambahan. 

"Ya kan hanya pegang, jika lebih ya tunggu dulu," tambah Ninin manja dan selalu tersenyum.

Dibanyak warung kopi, pelayanan seperti itu tak lain sebagai metode menjaring pelanggan dan pada akhirnya kopi serta minuman lain yang dijual akan menjadi laris manis. 

"Ayo mas nyanyi, bawa kopinya ke room ya," tambahnya sambil mengangkat kopi yang baru diseruput sedikit.

Di room, per lagu juga hanya berkisar 4-5 ribu, namun ada juga yang dihitung per jam yakni pelanggan harus membayar 50 ribu. Sedangkan harga kopi di warung seperti ini sekitar Rp 3.000 sampai 5.000 untuk cangkir kecil. 

Tak jarang warung kopi "Ngosek" di Tulungagung juga disebut warung cethot, warung pangku hingga warung hak'e hak'e

Para pengusaha warung kopi ini selalu kreatif dan berbenah serta bersaing demi mendapatkan pelanggan. Mulai dari menyediakan fasilitas ruang karaoke, pramusaji yang cantik dan masih muda juga terdapat layanan Wifi gratis. 

Baca Juga : Sembunyikan Anggaran, Even Dikuasai Teman Dekat Kepala Disparbud Kabupaten Malang

Dipastikan disemua wilayah seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung mempunyai warung serupa. 

"Ya jika hubungan lebih dari pelanggan dan tugas saya sebagai pramusaji ya urusan pribadi dan kecocokan, itu pun juga saat tutup warung," kata Ninin saat menjawab ajakan menemani keluar. 

Ninin sendiri mengaku tidak sok suci, namun baginya tidak semua pekerja warung bisa disamaratakan sebagai perempuan yang mau diajak melakuan hubungan di luar batas. 

"Meski pangkuan saya ini untuk banyak orang, tapi hati saya tentu tidak untuk semua orang. Saya orang yang pernah gagal dan saya belajar dari itu, pernah khilaf tapi tidak murahan mau pada semua orang," katanya sambil meneruskan lagu berikutnya dan mengajak berjoget di room sederhana tanpa AC dengan kursi kayu usang dan suara musik seadanya itu. 

Topik
kota TulungagungTempat Nongkrongpelayanan plus

Berita Lainnya

Berita

Terbaru