Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Kisah sahabat Rasulullah SAW yang bernama Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah  sudah sering kita dengar. Dia adalah salah satu sahabat yang paling disayangi Rasulullah SAW. Sikapnya yang polos dan lucu tak jarang membuat Rasulullah SAW tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.

Dalam berbagai riwayat pun telah dijelaskan bahwa Nu'aiman memiliki banyak kisah yang menarik untuk disimak. Mulai dari keisengannya yang menyembelih unta tamu Rasulullah SAW hingga kisahnya yang sengaja menjual sahabatnya untuk beberapa saat lantaran tak diberi makanan ketika tengah berdagang.

Baca Juga : Wafat Lantaran Wabah Penyakit Menular, Sahabat Rasulullah Ini Telah Dijamin Masuk Surga

Habib Novel Alaydrus menyampaikan, Nu'aiman memang dikenal sebagai sosok sahabat yang sangat jenaka. Namun sikap lucu yang selama ini diceritakan dalam berbagai riawayat bukanlah sikap yang dibuat-buat. Melainkan memang sikap alami Nua'aiman yang sangat polos dan selalu mengerjakan semua dengan hati. "Sifatnya itu polos dari hati," kata Habib Novel Alaydrus.

Disebutkan dalam berbagai riwayat, Nu'aiman akan memasuki surga dengan tertawa. Hal itu lantaran ia sangat sering membuat Rasulullah SAW dan para sahabat terhibur dengan sikapnya.

"Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nuaiman ketika meninggal dunia akan masuk ke surga dengan tertawa karena ia selalu menyenangkan Rasulullah SAW dan para sahabat," terang Habib Novel Alaydrus.

Sementara itu, salah satu kisah lucu Nu'aiman yang paling terkenal adalah ulahnya yang sengaja menyembelih unta milik tamu Rasulullah. Dikisahkan, saat itu tamu Rasulullah yang datang merupakan delegasi dari berbagai negara yang sengaja datang untuk mencari tahu tentang Islam.

Saat itu, para delegasi tersebut datang mengendarai unta dengan ukuran yang sangat besar dan gemuk. Saat tamu datang, Nu'aiman menjadi salah satu sahabat yang tengah duduk bersama para sahabat di dekat rumah Rasulullah dan tempat diparkirnya unta-unta gemuk tersebut.

Saat itu, para sahabat sengaja bergurau dengan Nu'aiman agar menyembelih unta yang tengah diparkir di depan rumah Rasulullah SAW. Tak disangka, Nu'aiman benar-benar menyembelih unta tersebut.

Saat mengetahui tindakan Nu'aiman, para sahabat merasa bingung. Sedangkan Nu'aiman melarikan diri dari kejaran sahabat. Belum sampai dikejar para sahabat, Rasulullah SAW keluar dengan para tamu dan langsung kaget karena unta yang dikendarai tamu Rasulullah SAW telah disembelih.

Rasulullah SAW pun bertanya siapa yang telah menyembelih unta tersebut. Kemudian para sahabat menjawab yang menyembelih unta tersebut adalan Nu'aiman. 

Singkat cerita, Rasulullah SAW beserta para sahabat pun mencari Nu'aiman. Sebelum mencari Nu'aiman, Rasulullah SAW terlebih dulu telah mengganti unta milik tamunya tersebut. Kemudian mencari keberadaan Nu'aiman yang diketahui berlari hingga ke perbatasan Madinah. Saat itu, Nu'aiman bersembunyi di rumah seorang sahabat yang bernama Al-Miqdad.

Baca Juga : Susuri Gang-Gang Sempit, Brimob 1/B Jatim Bagi Sembako dan Masker

Nu'aiman sembunyi di sumur atau galian yang saat itu tengah dikerjakan Al-Miqdad. Sebelum memasuki sumur, Nu'aiman pun meminta Al-Miqdas berjanji agar tak memberitahukan kepada siapa pun tentang keberadaannya, termasuk jika Rasulullah SAW yang mencari.

Tak lama, Rasulullah SAW beserta rombongan para sahabat pun mendatangi Al-Miqdad dan bertanya di mana keberadaan Nu'aiman. Al-Miqdad saat itu merasa bingung karena sebelumnya telah berjanji tak akan memberitahukan kepada siapa pun jika Nu'aiman berada di dalam sumur.

Namun ia semakin bingung karena yang datang bertanya adalah Rasulullah SAW. Sehingga, mulut Al-Miqdad saat itu berkata bahwa dirinya tak mengetahui keberadaan Nu'aiman. Sedangkan tangannya mengarah pada galian sumur yang ditutupi dengan pelepah daun kurma.

Rasulullah SAW kemudian menghampiri sumur itu dan membuka pelepah daun kurma yang ada di atasnya. Kemudian didapati Nu'aiman berada di dalam galian sumur itu. Kemudian Rasulullah SAW meminta Nu'aiman naik.

Dilihatlah Nu'aiman penuh dengan debu pada wajahnya. Dibersihkanlah wajah kotor Nu'aiman dengan tangan Rasulullah SAW. Saat itu, Rasulullah SAW sama sekali tak marah. Namun membersihkan wajah Nu'aiman dengan tertawa bahagia.