Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Jelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali umumkan satu pasien tambahan positif covid-19. 

Dengan begitu, total pasien konfirmasi covid-19 di Kota Malang mencapai 26 orang sejak kasus pertama diumumkan pada Maret lalu.

Baca Juga : Jelang Hari Terakhir Sosialisasi PSBB, Ini yang Akan Disiapkan Pemkab Malang

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto menyampaikan, tambahan pasien baru tersebut berjenis kelamin laki-laki dan merupaka  warga Kecamatan Kedungkandang. Pria berusia 33 tahun tersebut saat ini dirawat di salah satu rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang.

Belum diketahui klaster penularan yang bersangkutan. Karena saat ini pihak yang bertugas masih melakukan tracking terhadap aktivitas yang dilakukan selama beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pria tersebut menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

"Kemudian yang bersangkutan diswab sebagaimana prosedural yang ada dan dinyatakan positif," katanya, Sabtu (16/5/2020).

Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 1.992 Orang Dengan Risiko (ODR) covid-19 di Kota Malang. Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 283 orang, Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 833 orang, dengan rincian 117 orang sedang dipantau dan 715 orang telah selesai menjalani masa pantauan.

"Sedangkan pasien positif total ada 26. 12 pasien sudah sembuh total dan 14 pasien sedang dirawat," tambah pria yang akrab disapa Wiwid itu.

Baca Juga : Sambut Penerapan PSBB, Pemkot Batu Bakal Libatkan Divisi Infanteri 2 Kostrad

Selanjutnya, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampai saat ini mencapai 212 orang. Dengan rincian 15 PDP dinyatakan meninggal dunia, 125 PDP dinyatakan sehat dan selesai menjalani pengawasan, dan 72 PDP sedang dalam masa perawatan.

Sebagai informasi, PDP sendiri merupakan pasien dalam pengawasan penuh tim medis. Dalam tahapannya, PDP dapat dinyatakan sebagai PDP positif atau PDP negatif Covid-19. Hal itu bergantung pada hasil swab yang dilakukan pasien. Artinya, belum tentu semua PDP positif Covid-19. Dalam beberapa kasus, PDP dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.