Satu dari tiga pelaku yang berhasil tertangkap warga usai beraksi (Ist)
Satu dari tiga pelaku yang berhasil tertangkap warga usai beraksi (Ist)

MALANGTIMES - Kriminalitas di jalanan di Kota Malang kian menghawatirkan. Kali ini menimpa Tumi (50) warga Jalan Danau Paniani, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dia dibuat shock oleh ulah tiga orang pemuda, saat perjalanan pulang menuju rumahnya dari pasar. 

Korban dijambret oleh tiga orang pemuda yang mengendarai motor di Jalan Danau Jonge, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, (14/5/2020). Pelaku membawa kabur dompet milik korban. 

Baca Juga : Beli Saldo Go Pay di Minimarket, Gadis Ini Malah Rugi Jutaan Rupiah

Korban yang mengetahui dompetnya dijambret langsung berteriak maling sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Warga pun bergegas mengejar pelaku.

Nah, salah satu pelaku berhasil ditangkap warga. Pelaku kebingungan mencari jalan untuk kabur karena banyak jalan yang diportal. Padahal, uang yang ada di dompet tidaklah banyak, hanya Rp 12.500.

Satu pelaku yang tertangkap warga, sempat merasakan bogem mentah warga sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian. Sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur terlebih dulu saat warga mencoba menangkapnya.

Satu pelaku yang berhasil ditangkap adalah AMD (17) warga Jalan Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sedangkan dua pelaku lainnya yang kabur, berinisial IRN (14) dan WHYS (16), keduanya warga Jalan Sawojajar, Kecamatan Sawojajar, Kota Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, menjelaskan, jika pelaku memang sempat ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota.

Saat ini, kasus tersebut telah berakhir perdamaian antara kedua belah pihak. Laporan polisi korban juga telah dilakukan pencabutan.

Baca Juga : Sebelum Membunuh Balita 1,5 Tahun, Pelaku Sempat Minta Uang Rp 5 Miliar ke Kantor Desa

"Orang tua dari ketiga pelaku telah mendatangi korbannya dan meminta maaf. Korban sendiri  akhirnya menerima dan mencabut laporan polisi dan tidak melanjutkan perkara itu," bebernya.

Meskipun begitu, tiga pemuda tersebut masih tetap dalam pemantauan petugas dan masih diwajibkan untuk melapor. Orangtua para pelaku juga diimbau oleh petugas untuk lebih membina dan mengawasi anaknya.