PDP meninggal tengah dikuburkan petugas di TPU Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
PDP meninggal tengah dikuburkan petugas di TPU Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kabar miris kembali datang dari rangkaian kasus Covid-19 di Kota Batu, kali ini terkait hasil swab yang keluar jauh setelah pasien meninggal dunia.

Pasien-pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Batu masih harus bersabar menunggu hasil pemeriksaan penyakit Covid-19 terkonfirmasi positif atau negatif.

Baca Juga : Bupati Malang Bakal Tandai Rumah Pasien Positif Covid-19, Ini Alasannya

Bahkan, salah satu PDP di kota apel ini baru keluar hasil tes swap-nya setelah 7 hari dimakamkan.

Pasien tersebut merupakan warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji yang mengembuskan napas terakhir di usia 51 tahun. 

Perempuan paro baya tersebut sebelumnya telah menjalani perawatan, tetapi meninggal sebelum hasil tes keluar. 

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu, M. Chori mengungkapkan bahwa PDP yang meninggal pada Kamis (7/5/2020) lalu ternyata terkonfirmasi positif Covid-19. 

Dengan demikian, almarhumah masuk dalam daftar kasus pasien konfirm positif Covid-19 meninggal di Kota Batu. 

“Yang meninggal sebelumnya dengan status PDP,” kata Chori.

Setidaknya, butuh waktu sekitar 7 hari antara pelaksanaan tes swab hingga hasilnya keluar dan bisa diumumkan.

“Sebelum meninggal, almarhumah sudah di-swab. Namun hasilnya belum keluar. Hasil tes swab baru keluar hari ini (Kamis, 14/5/2020) dan positif,” imbuhnya.

Chori menguraikan, awalnya PDP tersebut masuk RS Bhayangkara pada 5 Mei 2020 dengan gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas. 

Sementara, hasil foto rontgen pasien menunjukkan gambaran pneumonia sedang.

Karena kondisinya menurun, pada Rabu (6/5/2020) malam, pasien itu di pindah ke RS Karsa Husada yang merupakan rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Kota Batu. 

Sayangnya, nyawa pasien tersebut tak tertolong karena pagi harinya Kamis (7/5/2020) almarhumah meninggal dunia.

"Pada saat meninggal untuk keamanan dan keselamatan, penanganan atau pemulasaraan jenazah dilakukan dengan menggunakan standar Covid-19," tegas Chori.

Menurutnya, seluruh petugas yang menguburkan PDP tersebut dipastikan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. 

Baca Juga : Ratusan Warga Balearjosari Terima Bantuan Program MalangTIMES- IMR Basmi Corona

Mulai dari pelindung wajah, masker, pelindung mata, sarung tangan, sepatu pelindung, hamzat, dan sebagainya. 

Proses pemulasaraan jenazah pun dengan pengawasan ketat dari petugas Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. 

Untuk mencegah Covid-19, area pemakaman steril dari masyarakat dan hanya ada petugas pengamanan yang mengawasi penguburan. 

Sementara itu hingga Kamis, data Dinas Kesehatan Kota Batu pada Rabu hingga pukul 15.00 WIB menunjukkan orang dalam risiko (ODR) naik menjadi 2.046 orang.

Rinciannya, orang sedang dipantau 326 orang, sedangkan ada 1.720 orang selesai pemantauan. 

Untuk orang tanpa gejala (OTG) mencapai 226 orang. Rinciannya, 55 orang masih dipantau dan 171 orang sudah selesai dipantau. 

Kemudian ODP saat ini ada 262 orang. Rinciannya 66 orang masih dipantau dan 196 orang sudah selesai dipantau.  

Lalu PDP, ada penambahan satu orang menjadi 57 orang. Rinciannya, dalam pengawasan ada 28 orang dan selesai pengawasan 25 orang. 

Korban meninggal total sebanyak 4 orang. Yakni dari Kelurahan Sisir dan Kelurahan Songgokerto (Kecamatan Batu) serta Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji.

Sedangkan jumlah pasien konfirm positif Covid-19 ada 7 orang. Dari jumlah itu, satu orang sembuh dan lima orang lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Karsa Husada dan satu orang meninggal.