Dosen Fakultas Saintek UIN Malang Dr Sri Harini MSi dalam Syiar Ramadhan UIN Malang. (Foto: istimewa)
Dosen Fakultas Saintek UIN Malang Dr Sri Harini MSi dalam Syiar Ramadhan UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Banyak yang menganggap sains identik dengan mata pelajaran IPA, berhubungan dengan hafalan, rumus-rumus, dan hitungan yang panjang serta ribet tanpa tahu digunakan untuk apa. Padahal, sains juga mengajarkan kita untuk senantiasa bersikap optimis.

Dosen Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Dr Sri Harini MSi menyampaikan bahwa sains sebenarnya perwujudan dari optimis yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Baca Juga : Keren, UIN Malang Gelar Talkshow 5 Bahasa Asing Bahas Alquran

"Di mana di dalam sains itu ada dua, dalil dan teorema. Dalil itu sesuatu yang sudah pasti sehingga tidak perlu dibuktikan. Tetapi ada teorema ini menunjukkan bahwa manusia itu untuk mencapai sebuah kebahagiaan harus bersusah-susah dahulu," jelasnya.

Nah, di dalam teori itu, kita harus membuktikan sesuatu. Kata Rini, sapaan akrabnya, suatu hal akan tercapai jika kita mampu mensinergikan antara teori dan doa.

"Jadi apa yang kita lakukan selama ini adalah wujud dari kita itu mampu untuk mencapai optimis tersebut," timpal perempuan yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Saintek tersebut.

Salah satu contohnya yakni dalam pandemi Covid-19 ini, semua ahli membuat modeling. Kata Rini, hal ini menunjukkan bahwa semua optimis bahwa pandemi akan berakhir. Sampai kapannya, perlu ditambah dengan kekuatan doa.

"Oleh karena itu, dengan adanya aturan-aturan larangan-larangan yang diberikan oleh pemerintah membuat bahwa optimis kita itu akan tercapai jika aturan-aturan itu kita patuhi," imbuhnya.

Rini menambahkan, dengan adanya pandemi ini juga merupakan momen untuk alam memperbaiki diri. Udara menjadi segar dan langit kembali cerah. Selain itu, lapisan ozon juga mulai tertutup.

"Dengan adanya pandemi ini ternyata hasil sains menunjukkan lapisan ozon kita itu sudah mulai tertutup. Artinya bumi mulai memperbaiki diri," pungkasnya.

Baca Juga : UIN Malang Resmikan Masjid Ibnu Sina Kampus 3, Bangun Peradaban Ilmu Kedokteran Islami

Rini menjadi salah satau narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Optimisme" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. Selain dia, terdapat 3 dosen lain yang menjadi pembicara, yakni Dosen Sastra Inggris Fakultas Humaniora Dr Syafiyah MA,
Dosen Pendidikan Bahasa Arab Dr Uril Bahruddin MA, dan Dosen Pendidikan Bahasa Arab Dr Syuhadak MA.

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.

"Jadi optimisme itu kemudian bisa diwujudkan husnudzon terhadap Allah subhanahu wa ta'ala. Jadi pandemi Covid-19 ini sesungguhnya adalah untuk kebaikan kita semua," tukas Prof Haris menyimpulkan.