Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg meresmikan masjid Ibnu Sina di FKIK Kampus 3 UIN Malang. (Foto: Humas)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg meresmikan masjid Ibnu Sina di FKIK Kampus 3 UIN Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Akhirnya, Masjid "Ibnu Sina" Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) diresmikan oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, belum lama ini.

Nama Ibnu Sina sengaja dipilih sebagai penghormatan untuk Bapak Pengobatan Pertama, seorang legenda dan ilmuwan berpengaruh abad pertengahan masa kejayaan Islam.

Baca Juga : Dosen Psikologi Sosial UB: Falsafah Mangan Ora Mangan Kumpul Bisa Jadi Tekanan Psikologis

Maka, diharapkan masjid ini nantinya bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah warga FKIK saja. Melainkan juga diramaikan dengan kajian kitab dari ilmuwan terkemuka di bidang kedokteran tersebur.

"Harapannya selain untuk salat juga bisa diramaikan untuk kajian kitab supaya spiritual lebih tinggi. Seperti kajian Alquran, kitab kuning, dan kitab terkait kedokteran," tuturnya.

Karena itulah, pembangunan masjid ini adalah proyek besar UIN Malang dalam membangun peradaban ilmu kedokteran yang islami.

"Harapannya ke depan akan muncul ilmuwan-ilmuwan muslim dibidang kesehatan dan kedokteran dari UIN Malang," sambungnya. 

Para orang tua dan civitas akademika UIN Malang pun berharap agar sarana tersebut tak hanya dilakukan untuk tujuan ibadah. Mereka ingin agar masjid juga diramaikan dengan aktivitas akademik seperti diskusi mengenai integrasi kedokteran dan keislaman.

Sebagai informasi, dengan diresmikan masjid bernama Ibnu Sina ini, maka UIN Malang memiliki total empat masjid. Setelah Masjid at Tarbiyah dan Masjid Ulul Albab di kampus 1, dan Masjid Muhammad Ali Shobuni di kampus 2.

Baca Juga : Wujud Rasa Syukur, Unikama Ukir Senyum Anak Yatim di 10 Panti Asuhan

Hebatnya, dana masjid yang dibangun di lahan 15x20 meter tersebut murni berasal dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM). Karena tidak ada tempat ibadah besar, maka IOM inisiatif untuk membangunkan masjid dua lantai tersebut.

"Nantinya setelah pembangunan selesai, IOM akan menyerahkan Masjid Ibnu Sina sebagai aset negara," katanya.

Selain masjid, nantinya IOM juga akan membantu kampus 3 UIN Malang untuk membangun asrama bagi mahasiswa baru. Kita tahu bahwa ma'had UIN Malang hanya ada di kampus 1 UIN Malang yang berlokasi di Jalan Gajayana No. 50, Dinoyo. Jika mahasiswa baru FKIK tinggal di sana, maka akan memberatkan mahasiswa karena akan jauh sekali jika menuju kampus FKIK yang terletak di Tlekung, Junrejo, Batu.

Untuk diketahui, pasca peresmian masjid, Rektor juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di sekitar Kampus 3.