Ucapan selamat Idul Fitri ( Foto:  Muslim.Or.Id)
Ucapan selamat Idul Fitri ( Foto: Muslim.Or.Id)

MALANGTIMES - Hari ini Minggu (24/5/2020) seluruh umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan, akhirnya tiba hari kemenangan bagi umat Islam. 

Idul Fitri ini menjadi momen silaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Biasanya mereka sering mengucapkan "Minal Aidin Wal Faidzin" saat lebaran. 

Baca Juga : Moeldoko dan Sederet Tokoh Publik Nyanyikan Lagu 'Ra Mudik Rapopo', Sudah Mirip Boy Band?

Namun, ternyata ucapan tersebut justru salah kaprah. Bahkan, ucapan tersebut tidak dimengerti oleh orang Arab.

Banyak yang menganggap jika arti "Minal Aidin Wal Faidzin" adalah mohon maaf lahir dan batin. 

Lantas apa arti sebenarnya dari "Minal Aidin Wal Faidzin"?

Menurut seorang ulama ucapan tersebut tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat atau para ulama setelahnya (Salafus Salih). 

Kalimat tersebut mulanya datang dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli. Dalam syairnya, Shafiyuddin Al-Huli mengisahkan tentang wanita di hari raya. 

Kalimat Minal Aidin Wal Faidzin jika diartikan yakni 'Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang'. 

Lalu apa kalimat yang benar dan patut diucapkan saat Idul Fitri? 

Baca Juga : Kardus Indomie Jadi 'Idontmudik', Sindir Masyarakat yang Nekat Mudik saat Pandemi Covid-19

Kalimat yang benar diucapkan saat Idul Fitri yakni "Taqabbalallahu minna wa minkum" dalam versi pendek. Yang berarti " Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadan) kami dan engkau." 

Ucapan tersebut juga bisa dengan versi panjang yakni " Taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidiin wal faaiziin.

Ada juga yang menambah dengan " Wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair." 

Jika kalimat tersebut dijadikan satu akan berbunyi " Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair." 

Artinya, " Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan."