Aksi Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko saat menyanyikan lagu "Ra Mudik Ra Popo" kolaborasi bersama tokoh publik Indonesia. (Foto: video capture 'Ra Mudik Ra Popo).
Aksi Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko saat menyanyikan lagu "Ra Mudik Ra Popo" kolaborasi bersama tokoh publik Indonesia. (Foto: video capture 'Ra Mudik Ra Popo).

MALANGTIMES - Kebijakan larangan mudik lebaran di tengah pandemi Covid-19 rupanya masih tak begitu diindahkan oleh masyarakat tanah air. 

Baca Juga : Erwin Prasetya, Pemain Bass Formasi Awal Dewa19 Meninggal Dunia

Sebab, masih banyak ditemui masyarakat yang melakukan aksi nekat pulang kampung. 

Padahal, kebijakan yang dibuat pemerintah ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19. 

Bahkan, ada yang hingga kepergok oleh petugas karena bersembunyi di dalam bagasi transportasi umum hingga berlindung di balik penutup mobil bak terbuka karena nekat mudik. 

Kondisi ini membuat pegiat seni Paguyuban Jawa Tengah membuat lagu berjudul 'Ra Mudik Ra Popo'. 

Menariknya, lagu tersebut turut dinyanyikan sederet tokoh publik. 

Bak boy band masa kini, sebanyak 9 orang tokoh publik tampak menikmati perannya dalam menyanyikan lagu dan tampil di video klip berdurasi 4 menit lebih ini. 

Mulai dari, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Watimpres: Jend. TNI (Purn) Wiranto, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Ketua Umum Komite Seni Budaya Nasional Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandji. 

Kemudian Ketua Umum Komite Seni Nasional dan Ketum Pawon Semar, Bupati Pati Haryanto, Bupati Karanganyar Yuliatmono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketum Paguyuban Jawa Tengah Leles Sudarmanto, Sekjen Paguyuban Jawa Tengah Frahma Alimiyarso. 

Melalui keterangan yang tertulis di description box di Youtube Tvlinkstreaming tersebut, sederet tokoh publik berkolaborasi menyanyikan lagu ini untuk mengajak para perantau agar tidak mudik di masa pandemi Covid-19. 

Lagu ini diaransemen dengan cukup ringan dengan lirik khas bahasa jawa. 

Hal tersebut, dikarenakan mayoritas pemudik yang berada di Jabodetabek berasal dari Jawa. 

"Wis rasah balik, ono ngomah nata ati 
Wis rasah kondur, ra pedot dadi sedulur 
Kangen iso disimpen, yen nganti loro sopo sing gelem Nunggu nganti kahanan wis Ierem". 

Begitulah sebait lirik dari lagu 'Ra Mudik Ra Popo' yang diciptakan musisi Harry Yamba ini. 

Baca Juga : Ini Negara-Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang

Adapun ide pembuatan lagu ini muncul dari Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto yang ingin mengampanyekan larangan mudik saat Lebaran seperti kebijakan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. 

Leles mengungkapkan alasan mengajak para pejabat negara dan tokoh masyarakat untuk turut serta berkolaborasi menyanyikan lagu ini sebagai salah satu upaya mengajak masyarakat agar mau mengikuti anjuran pemerintah. 

"Kami sengaja mengajak para pejabat dan tokoh masyarakat, karena nama mereka sudah dikenal masyarakat dengan begitu harapannya masyarakat mau mengikuti pesan dari lagu ini," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, cukup susah memang untuk melarang masyarakat Indonesia agar tidak mudik lebaran. 

Dengan kolaborasinya menyanyikan lagu ini, diharapkan ada kesadaran dari masyarakat tanah air. 

Sehingga, jika masyarakat mengikuti larangan pemerintah dengan menunda mudik, penyebaran Covid-19 dinilai tidak akan meluas sampai ke berbagai daerah. 

"Kalau dilarang mudik dengan tegas susah, sekarang saya ajak kesadarannya lewat lagu. Apa masih mau ngotot pulang?" terangnya. 

Bagaimana menurut kalian, masih nekat mau mudik setelah mendengarkan lagu ini? 

Video yang diunggah sejak tanggal 7 Mei 2020 ini mendapat respons yang cukup baik bagi pengguna YouTube. 

Banyak komentar yang mendukung aksi dari tokoh-tokoh publik ini. 

"Mantap himbauan dari pemerintah, saya juga tidak mudik karena masih ada virus Corona. Mudiknya ditunda wae," tulis Wahono Arya. 

"Mestinya yang pada mudik dipaksa nonton ini biar langsung balik kanan," ungkap Alfandi Cim, dan masih banyak komentar lainnya.