Ini Dia Rahasia Hidup Bahagia Menurut Ulama Sufi, Dikisahkan Pakar Tarbiyah UIN Malang

May 11, 2020 07:36
Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Bahagia" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Bahagia" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Apakah Anda sudah bahagia dengan hidup Anda? Bagaimana bahagia menurut versi Anda? 

Setiap orang tentu mempunyai definisi bahagianya sendiri-sendiri. 

Namun tak dapat disangkal bahwa semua orang ingin bahagia. 

Tak ada yang menginginkan hidup menderita. 

Lantas bagaimana cara kita bisa bahagia?

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Fahim Khasani MA menyampaikan bahwa tidak ada kebahagiaan yang datang tanpa adanya usaha.

"Bahkan, Islam menegaskan kepada umat manusia untuk mengupayakan kebahagiaan bagi diri mereka," ucapnya.

Baca Juga : Demi Surga, Bapak Tua Renta Jadi Orang Pertama Mati Syahid Saat Perang Uhud

Fahim menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Kebahagiaan" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. 

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. 

Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. 

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.

Fahim melanjutkan, pencarian kebahagiaan oleh manusia sudah ada sejak zaman dahulu. 

Namun, pencarian tersebut dirasa tak pernah selesai. 

Selalu saja dirasa ada yang menjadi penghalang besar dalam perjalanannya.

Katanya, sifat serakah manusia disinyalir berperan dalam rumitnya pencarian kebahagiaan. 

Maka, di sini lah peran Islam untuk mengedukasi manusia.

"Ulama sufi menyatakan bahwa bahagia akan didapat jika kita tuma’ninatun nafs, yakni memiliki jiwa yang tenang," ungkapnya.

Dalam Alquran sendiri dikatakan bahwa ketika manusia ingin tenang maka ia harus memiliki hayah thoyyibah (hidup yang baik). 

Baca Juga : Takut Syubhat, Sahabat Rasulullah Gosok Tubuh Istrinya dengan Tanah dan Gunduli Anaknya

Hal ini, kata Fahim dapat diraih dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. 

Dengan melakukan hal baik, maka ada kedamaian dalam diri seseorang.

"Apalagi jika dilengkapi dengan keimanan," imbuhnya.

Narasumber dari Fakultas Psikologi UIN Malang Dr Rifa Hidayah pun membagi resep kebahagiaan berdasar perspektif keilmuannya. 

Hal yang ia tekankan adalah, manusia tidak boleh berlebihan akan suatu hal.

"Termasuk ketika sedih atau membenci seseorang yang dapat memunculkan dendam mendalam," katanya.

Tak hanya itu, alih-alih mendoakan kehidupan sendiri, ia lebih menyarankan agar manusia patutnya mendoakan kebahagiaan orang lain. 

Ia yakin, dengan begitu, akan ada energi positif yang dapat memunculkan rasa senang.

"Selain itu, tentu kita harus menjalani hidup dengan optimis dan selalu berpikiran positif akan takdir Allah," tuturnya.

Dalam episode kali ini, selain Fahim dan Rifa, dua narasumber lain yang dihadirkan ialah Dr Badruddin (Fakultas Syariah) dan Dr Nurhadi (Magister-PBA).

 

 

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniUIN Malangrahasia hidup bahagiaulama sufipakar tarbiyah uin

Berita Lainnya

Berita

Terbaru