Takut Syubhat, Sahabat Rasulullah Gosok Tubuh Istrinya dengan Tanah dan Gunduli Anaknya

May 06, 2020 08:26
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang paling utama. 

Baca Juga : Jelek, Miskin dan Tak Terkenal, Pria Ini Justru Dimakamkan Sendiri oleh Baginda Rasulullah

Umar pun mendapat julukan dari Rasulullah sebagai Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Dalam setiap kehidupannya sebelum ataupun sesudah menjadi Khalifah, Umar tetap teguh pada pendiriannya untuk menjadi orang yang berada di jalan Allah. 

Dia juga dikenal sebagai sosok yang sangat takut akan syubhat, yaitu tentang keadaan yang samar pada kehalalan atau keharaman dari sesuatu. 

Umar selalu tegas berkaitan dengan syubhat, meskipun kepada istrinya sendiri.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, dalam beberapa riwayat disebutkan jika Umar pernah menggosok dan membersihkan tubuh istrinya lantaran wewangian yang menempel pada tubuh istrinya. 

Bukan hanya menggosok tubuh istrinya, Umar pun turut mencuci baju dan hijab yang dikenakan istrinya.

Hal itu bermula saat Umar mendapatkan hadiah minyak wangi yang berbentuk bongkahan. 

Hadiah itu didapatkan Umar dari Mesir. 

Sangking besarnya bongkahan, Umar pun meminta agar seluruhnya segera dibagikan kepada masyarakat muslimin di Madinah.

Umar pun meminta tolong kepada istrinya untuk mencarikan seorang muslimah yang mau memecahkan bongkahan itu menjadi beberapa bagian. 

Lalu sang istri pun menawarkan diri dengan tanpa meminta bayaran. 

Permintaan sang istri diterima oleh Umar.

Sejak pagi, istri Umar telah sibuk mengurus bongkahan wewangian tesebut. 

Singkat cerita, Umar kembali ke rumah setelah seharian mengurus negerinya. 

Saat itu, ia mendapati istrinya yang sangat harum. 

Lalu bertanyalah Umar kepada istrinya tentang apa yang membuat istrinya begitu harum.

Sang istri menjawab jika harumnya itu ia dapat dari serpihan bubuk bongkahan wewangian yang ia kerjakan sejak dari pagi. 

Bubuk yang menempel di tangannya pun ia gosokkan ke baju dan hijab serta cadar yang ia kenakan.

Umar pun kemudian menyampaikan jika apa yang dilakukan istrinya tidak benar. 

Kemudian ia membantu istrinya mencuci baju yang dikenakan saat itu. 

Saat bau wangi masih menempel pada tubuh sang istri, Umar pun membersihkan tubuh istrinya, bahkan dengan tanah.

"Umar sangking takutnya dengan syubhat. Umar sangat tegas dan patuh terhadap aturan yang dibuat dalam Islam," terang Ustadz Basalamah.

Bukan hanya istrinya, suatu ketika dia juga pernah menggunduli rambut anaknya sendiri. 

Dikisahkan, Umar pernah membeli banyak kendi berisikan minyak zaitun. 

Kemudian Umar membagikannya kepada seluruh umat muslim di Madinah.

Tanpa sepengetahuan Umar, sang anak ternyata berada di samping Umar. 

Baca Juga : Mengulik Kisah Nabi Muhammad SAW Berikan Mahar Senilai Rp 1 Miliar saat Nikahi Khadijah

Saat kendi-kendi kosong disisihkan karena dianggap telah habis, anak Umar memasukkan tangannya ke dalam kendi kosong dan memungut sisa minyak zaitun.

Lalu diusapkanlah minyak zaitun itu pada rambut sang anak hingga membuat rambut sang anak begitu rapi. 

Kemudian Umar pun bertanya kenapa anaknya itu menjadi begitu tampan dengan rambut yang dirapikan ke belakang. 

Sang anak menjawab jika ia merapikan rambutnya dengan minyak zaitun yang tersisa di setiap kendi.

Lantaran hal itu, Umar pun memanggil tukang cukur untuk menggunduli rambut anaknya karena Umar menilai, apa yang dilakukan anaknya tersebut salah. 

Minyak zaitun yang ada pada dasarnya disiapkan untuk umat muslimin yang ada di Madinah.

Suatu ketika, Umar juga pernah menjual unta kesayangan anaknya kemudian memasukkan uang hasil penjualannya itu untuk lembaga zakat maal. 

Hal itu bermula dari temuan Umar saat Umar tengah berjalan-jalan, dia melibat seekor unta yang menonjol dan sangat gemuk dibandingkan unta milik masyarakat lainnya.

Saat Umar bertanya unta itu milik siapa, masyarakat menjawab jika itu unta milik anak Umar. 

Dipanggillah saat itu anak Umar dan ditanyai alasan mengapa untanya begitu gemuk. 

Sang anak mengaku tak mengetahui, karena untanya tersebut dititipkan kepada seseorang.

Umar pun mencari tahu. Hingga akhirnya dia mengetahui jika unta anaknya tersebut gemuk lantaran sering masuk ke kandang unta zakat. 

Karena di dalam kandang tersebut, banyaknya unta yang dizakatkan dan dirawat begitu istimewa. 

Unta-unta tersebut diberi makan dengan menggunakan uang negara.

Mengetahui itu, Umar pun memerintahkan agar unta anaknya dijual kemudian uangnya diserahkan kepada lembaga zakat maal.

Itu dia pelajaran luar biasa yang bisa diambil dari Umar bin Khattab. 

Ketaatannya yang luar biasa harus menjadi contoh bagi umat muslim dalam melangkah dan mengerjakan segala sesuatu.

 

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari IniKisah Sahabat RasulullahUmar bin KhattabGunduli AnaknyaGosok Tubuh Istrinya dengan TanahCerita Ustadz Khalid BasalamahDr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru