Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Manajemen" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Manajemen" dalam acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Manajemen termasuk seni, yaitu seni mengorganisir aset, baik aset tangible (berwujud) maupun intangible (tak berwujud) untuk menghasilkan satu tujuan. 

Baca Juga : Pakar UIN Malang Ungkap Keutamaan Surat Yunus dan Al-Isra untuk Kesehatan

Contoh aset tangible yaitu mobil, tanah, atau bangunan. Sementara aset intangible bisa berupa manajemen sumber daya manusia atau manusia itu sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Dr Achmad Sani Supriyanto MSi.

"Jadi manajemen adalah seni bagaimana kita mengorganisir semuanya itu untuk mencapai tujuan sebuah visi dan misi dari organisasi itu sendiri," ucapnya.

Pada ilmu manajemen klasik, manajemen SDM itu tidak dianggap apa-apa, namun dalam manajemen postmodern yang artinya manajemen yang berbasis pada humanisme, justru aset yang berharga adalah SDM. Kalau dalam perguruan tinggi SDM ini adalah dosen, karyawan, stakeholder, dan mahasiswa.

"Sehingga pengelolaan manajemen ini sangat penting sekali untuk meningkatkan reputasi di dalam sebuah organisasi atau perguruan tinggi," timpalnya..

Nah, secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling).

Guru Besar Bidang Manajemen Bisnis atau Kewirausahaan UIN Malang Prof Dr H Salim Al-Idrus MM MAg juga menambahkan, soal bisnis atau kewirausahaan juga tak bisa lepas dari prinsip POAC tersebut.

1. Planning
Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut.

"Alquran juga menyinggung tentang pentingnya planning itu karena bagaimanapun juga di dalam suatu pekerjaan tertentu, apapun bentuknya, baik organisasi kecil besar dia tidak bisa lepas dari yang namanya planning," paparnya.

Bahkan, ada statement seorang pakar yang mengatakan bahwa 80 persen suatu pekerjaan sangat ditentukan oleh planning.

"Artinya, gagal atau tidaknya suatu cita-cita ataupun yang kita lakukan sangat tergantung kepada planning itu sendiri," timpal Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi tersebut.

Allah juga sudah menyinggung soal planning dalam Quran Surat Al Hasyr ayat 18: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

"Ini isyarat dari Alquran bahwa manusia ataupun organisasi itu harus memperhatikan tentang planning," tandasnya.

2. Organizing
Organizing merupakan proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktivitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.

3. Actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi, dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.

Baca Juga : Akademisi UIN Malang Kupas Kepintaran Nabi Muhammad

"Artinya, menggerakkan semua pengikut atau bawahan kita untuk melaksanakan apa yang sudah di-planning-kan sebelumnya," jelas Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Dr Ilfi Nurdiana MSi.

Ilfi menegaskan, sebelumnya, kita harus satu visi satu misi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai seorang leader maka harus menggerakkan para pengikutnya untuk memahami visi dan misinya.

"Sebab apabila visi dan misi sudah dipahami betul dan semuanya dalam satu kata maka akan tercapai tujuan," ucap perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) tersebut.

4. Controlling
Tugas dari manajemen yang terakhir adalah kontrol. Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.

Ilfi menyatakan, kalau kita memahami ayat Alquran, kontrol yang terbaik itu sebenarnya dari internal atau spiritualitas kita. Yakni kita selalu merasa diawasi Allah dan menyadari setiap perbuatan buruk ada konsekuensi. Sehingga ini sebagai pengontrol agar tidak melakukan sebuah kesalahan.

"Yang kedua adalah kontrol eksternal, dari atasan harus mengontrol dari bawahan, lali teman sejawat ke sampingnya juga bisa mengontrol," imbuhnya.

Manajemen sendiri harus didasarkan pada nilai-nilai ilahiyah dan nilai-nilai insaniah. Sebab, Dosen Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang Dr Nur Ali MPd menyampaikan, keburukan yang diorganisir dengan baik bisa mengalahkan kebaikan-kebaikan yang tidak diatur atau tidak di-manage.

"Nilai-nilai ilahiyah ini didasarkan kepada nilai-nilai ketakwaan. Sementara pada nilai nilai-nilai insaniyah, manajemen didasarkan kepada nilai-nilai sosial kemasyarakatan," tuturnya.

Hal ini perlu juga diterapkan di suatu lembaga pendidikan. Sebab, kata Nur Ali, apabila terdapat lulusan yang "tidak benar" maka bisa dilihat dari pendidikannya yang tidak di-organizer dengan benar, atau sisi materi yang diberikan, sisi cara penyampaiannya, sisi cara pemberdayaannya atau manajemen SDM-nya, hingga dari cara penataan sarpras-nya.

"Lulusan yang bisa diterima di masyarakat dan bisa membantu menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, maka organizing kurikulumnya dan praktiknya harus ada link and match dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Kalau tidak maka lulusan suatu pendidikan ketika keluar dia tidak tahu harus berbuat apa," pungkasnya.

Keempat dosen di atas menjadi pembicara narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Manajemen" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. 

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.