Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Pendidikan" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an dan Pendidikan" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Alquran adalah kalam Allah. Di dalamnya terdapat pedoman dalam pendidikan Islam. Allah menurunkan Alquran melalui Nabi Muhammad. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Dr H M Samsul Hady MAg, Nabi Muhammad adalah contoh terbaik bagaimana Alquran diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Akademisi UIN Malang: Pendidikan Menurut Alquran Selaras dengan Konsep Merdeka Belajar

 

"Nabi itu adalah orang yang paling smart dalam mengejawantahkan Alquran. Paling berhasil," ucapnya.

Jadi, Nabi Muhammad merupakan teladan atau contoh dari produk pendidikan Islam.

Allah sendiri menciptakan manusia sebagaimana di dalam Alquran sebaik-baik ciptaan. Oleh karena itu, kata Samsul, harus dirawat dengan baik agar tidak rusak.

"Dirawat dengan pendidikan supaya tidak menjadi jatuh ke tingkat yang buruk," timpalnya.

Manusia harus dididik karena di dalam diri manusia ada dua potensi kecenderungan, yakni kefasikan dan ketakwaan. Hal ini dijelaskan dalam surat Asy-Syams ayat 8 yang artinya "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."

Jadi, Allah memberikan kita sekeping hati dengan dua sisi yang potensinya sangat dahsyat, di satu sisi berisikan kecenderungan kepada kefasikan. Di sisi yang lain ada potensi kecenderungan kepada ketaqwaan.

Baca Juga : Diskusi Alquran dan Ekonomi UIN Malang, Ungkap Rambu-Rambu Penting Kehidupan

 

"Kalau dia punya satu sisi memang tidak perlu dididik, seperti malaikat atau iblis yang tidak perlu dididik. Tetapi manusia harus dididik," terang Samsul.

"Jadi Alquran menjadi pedoman atau frame work kita di dalam melaksanakan pendidikan," tandasnya.

Menambahkan Samsul, Dosen FITK UIN Malang Dr H Miftahul Huda MA menyampaikan bahwa Alquran memuat semua nilai pendidikan.

"Alquran itu sebenarnya semuanya memuat nilai-nilai pendidikan dalam berbagai perspektif mulai dari pendidikan politik, ekonomi, sosial, budaya, sejarah, yang itu semua sebenarnya mengandung nilai-nilai pendidikan itu sendiri," pungkasnya.

Samsul dan Mif menjadi pembicara narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an dan Pendidikan" pada acara Syiar Ramadhan 1441 H UIN Malang. Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.