Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat digadangkan sebagai calon kuat Sekda
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat digadangkan sebagai calon kuat Sekda

MALANGTIMES - Satu kandidat calon Sekda Kabupaten Malang yang ramai diperbincangkan adalah Wahyu Hidayat. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini, digadang-gadang menjadi calon Sekda dengan dukungan berbagai lini hingga saat ini.

Baca Juga : Bentuk Pansel Sekda, Bupati Malang Sanusi: Tak Perlu Melibatkan Baperjakat

Tentunya, dukungan itu tak lepas dari sepak terjangnya sebagai ASN yang terbilang kenyang pengalaman. Berbagai jabatan di pemerintahan sempat dicicipi Wahyu yang juga seorang akademisi dengan gelar Doktor ini.

Mengawali karirnya sebagai PNS sebagai staff di Bappeda Kabupaten Malang, 1993 hingga 1998, Wahyu yang dikenal sosok pekerja keras ini pun naik posisi. Kasie Tata Ruang Dinas Cipta Karya diembannya di tahun 1998.

10 Tahun bergulat di Cipta Karya, Pemkab Malang membentuk kantor perumahan tahun 2008. Wahyu pun mendapat promosi menjadi Kepala Kantor Perumahaan.

Tak berhenti di sana, di era Bupati Sujud Pribadi, Wahyu ditunjuk untuk menjabat Camat Tajinan. Penunjukan itu didasarkan pada sosok Wahyu yang saat itu memiliki berbagai prestasi dan latar pendidikan yang baik. Tapi, nyaris harus selalu berada di belakang meja di beberapa instansi. 

2008 hingga pertengahan 2009 Wahyu pun menjabat Camat. Sebuah jabatan ASN yang langsung berhadapan dengan berbagai persoalan yang hidup. Hidup di tengah persoalan-persoalan konkrit masyarakat.

"Di sana saya banyak belajar berbagai pengalaman lapangan. Dan mungkin saya yang pertama mengawali ada sarjana teknik jadi Camat," ucap Wahyu. 

Dirasa cukup menimba ilmu langsung di tengah masyarakat dan memahami persoalan kewilayahan. Bahkan saat menjadi camat Tajinan, Wahyu mendapat prestasi atas keberhasilan pembangunan untuk wilayah pinggiran Kota Malang yang kurang berkembang. Dirinya kembali ditarik untuk mengisi jabatan Kepala Kantor Perumahaan di era Bupati Rendra Kresna, tahun 2011.

Tak berpuas diri, Wahyu terus menempa dirinya. Sempat kursus keuangan di Adelaide, Australia. Juga mengambil akta 4 mengajar di Institute Housing Study (IHS)/ MURD Course Rotterdam, Belanda, pada tahun 1996 tentang perencanaan wilayah. Pengalaman akademiknya ini pula yang membuat Wahyu menjadi dosen di Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai dosen Planologi.

Asam garam sebagai ASN yang juga akademisi, membuat Bupati Rendra Kresna saat itu pun mempromosikannya menjadi kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, 2013.

Tentunya dengan tantangan baru lagi. Pasalnya, Wahyu yang juga pernah menjadi konsultan keuangan dan menduduki jabatan sebagai Direktur Teknik. Ditantang untuk bisa mengurus para nelayan, khususnya tugas baru untuk memindahkan para nelayan dari pelabuhan lama ke pelabuhan baru.

Sosok yang ikut membawa Kepanjen menjadi ibu kota Kabupaten Malang ini pernah menyatakan, perintah dari Rendra saat itu sangatlah tak mudah. "Saya mengawali awal lagi. Perintah pimpinan tak mudah, tapi Alhamdulillah akhirnya titah itu bisa dijalankan. Dulu pak Rendra tak akan datang ke acara petik laut bila nelayan tak dipindah. Akhirnya itu bisa dilalui," ujarnya mengenang jejaknya di Dinas Perikanan.

Berbagai keberhasilan Wahyu yang juga sempat meraih penghargaan Adiupaya Puritama, penghargaan tertinggi di tingkat perumahan, saat menjabat sebagai Kepala Perumahan. Kembali diuji saat dirinya dilantik menjadi Kepala Dinas Pengairan, 2015. Dinas yang juga tergolong baru dengan tantangan yang juga baru.

Wahyu mengatakan, tugasnya di Dinas Pengairan diawali dengan pembenahan di dalam. "Pembenahan kinerja yang saya awali. Sederhana, karena kalau terlihat kuat di luar tapi dalamnya kropos, sama saja. Maka pembenahan harus dimulai dari dalam," ucapnya yang juga menerapkan keahliannya terkait tata ruang kantor yang refresentatif dan bisa menunjang kinerja karyawan.

Baca Juga : Kandidat Calon Sekda, Siapa Punya Peluang di Pusaran Politik Pilkada?

Beberapa prestasi pun tercatat sejak Wahyu berada di Dinas Pengairan. Sehingga dirinya dipromosikan untuk menduduki jabatan sebagai Kepala DPKPCK Kabupaten Malang sampai kini.

Jejak pengalamannya itu pula yang membuat berbagai kalangan, baik dari dalam (ASN) maupun luar (masyarakat) memberikan dukungannya saat kursi Sekda Kabupaten Malang akan kosong.

"Kata orang-orang begitu mas. Tapi, terkait itu saya hanya ikuti instruksi pimpinan. Bila dirasa saya punya kriteria dan diperintahkan pimpinan, saya berangkat," ujar Wahyu ke wartawan.

Wahyu juga menyampaikan, bila memang sudah ada pembukaan seleksi secara terbuka, dan mendapat titah pimpinan. Dirinya siap untuk melakukan persiapan dan pemberkasan administrasi yang nanti jadi bagian dalam proses seleksi.

Terpisah, Bupati Malang Sanusi pun walau tak secara verbal atas sosok Wahyu yang ramai digadangkan sebagai kandidat terkuat calon Sekda. Terkesan memberikan jalannya. 
"Punya peluang. Tapi siapapun pejabat yang memiliki syarat jadi Sekda punya peluang. Saya serahkan ke pansel nantinya," ucap Sanusi.

Seperti diketahui, jabatan Sekda menjadi vital dalam perputaran roda pemerintahan. Posisinya menjadi sentral dalam mencapai berbagai keberhasilan pembangunan dan menyelaraskan irama OPD yang ada.

Dengan posisinya itu pula, jabatan Sekda tentunya memerlukan sosok yang tak hanya ahli dalam pemerintahan, administrasi, dan manajerial saja. Tapi juga memiliki jejak rekam bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam konteks ASN, jabatan itu ada di pundak camat sebagai pemimpin kewilayahan.