Bangunan Gedung Persada Hospital Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Persada Hospital)
Bangunan Gedung Persada Hospital Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Persada Hospital)

MALANGTIMES - Akses kesehatan yang layak harusnya adalah hak seluruh warga. Sayangnya, tidak semua bisa mendapatkannya.

Baca Juga : Panduan Berobat ke Melaka Malaysia, Destinasi Berobat Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

Bukan hanya karena keterbatasan biaya, minimnya fasilitas kesehatan yang mumpuni pun masih menjadi pekerjaan rumah.

Nyawa pasien yang membutuhkan pertolongan, kerap tak banyak mempertimbangkan mana rumah sakit plat merah atau swasta.

Demikian pula warga yang membutuhkan layanan kesehatan di Malang Raya, utamanya di kawasan utara kota. 

Warga kawasan Arjosari, Kota Malang dan sekitarnya, misalnya, 6 tahun lalu harus berburu dengan waktu untuk mendapatkan pertolongan dalam keadaan darurat.

Jarak kawasan tersebut sekitar 7 kilometer dari rumah sakit umum dengan fasilitas memadai.

Jika tidak macet butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk menjangkaunya, tetapi jika macet maka jam-jam kritis pasien bisa terlewat. 

Belum lagi warga di Kabupaten Malang sisi utara dan timur seperti Singosari, Pakis, dan lain-lain. 

Hal itu ditambah minimnya fasilitas layanan kesehatan dari pemerintah setingkat rumah sakit di kawasan utara Kota Malang. 

Serah Terima Jabatan Direktur

 

Tetapi itu cerita 6 tahun lalu, karena sejak 8 Maret 2014 di wilayah tersebut berdiri satu rumah sakit swasta dengan fasilitas mumpuni yakni Persada Hospital.

 

Rumah sakit yang berada di Jalan Panji Suroso Kav II-IV, Araya, Blimbing Kota Malang ini lokasinya sangat strategis.

Berada di ruas jalan utama kota membuatnya mudah diakses oleh masyarakat. 

Sejak hadir, Persada Hospital melayani kebutuhan layanan kesehatan mulai dari layanan dasar seperti poli umum, gigi, anak, hingga kegawatdaruratan dan juga kebutuhan tindakan lanjutan seperti operasi. 

Persada tak hanya sekedar hadir di sisi utara Kota Malang yang minim sarana kesehatan, melainkan sepenuh hati untuk memberikan pelayanan terbaik. 

Peresmian Gedung Non Paviliun Persada Hospital 2018

 

Sesuai dengan namanya PERSADA (Presisi, Empati, Responsif, Simpati, Amanah, Dedikasi dan Aman), rumah sakit ini terus bertransformasi memberikan pelayanan kesehatan terbaik.

Seperti apa proses perjalanan Persada Hospital memberikan fasilitas layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat?

Persada Hospital secara resmi beroperasi pada 8 Maret 2014.

Pada saat itu, rumah sakit swasta ini dipimpin oleh dr Kushandayani, MMRS.

Sekitar satu tahun melayani masyarakat, tepatnya pada 19 November 2015, Persada Hospital resmi menjadi Rumah Sakit Umum Swasta kelas B yang terakreditasi Paripurna Pertama di Kota Malang.

Hal tersebut, tentunya tak bisa diraih tanpa ditunjang dengan peralatan kesehatan yang memadai dan sumber daya manusia yang potensial.

Masih di tahun yang sama, Persada Hospital bekerja sama secara parsial dengan BPJS untuk layanan Hemodialisis & Jantung (Cathlab) tepatnya pada tanggal 1 Desember 2015.

Di akhir tahun 2015, Persada menunjukkan eksistensinya dalam perjalanan yang baru berumur satu tahunan dengan menerima penghargaan dari Pemerintahan Kota Malang dalam "Program Kota Sehat tingkat Nasional sebagai Industri dan Perkantoran Sehat".

Grand Opening Persada Hospital 2014

Selanjutnya, selama tiga tahun kedepannya mulai 2016 sampai 2018 Persada Hospital terus menambah fasilitas pelayanannya.

Kepercayaan masyarakat akan kualitas layanan Persada Hospital pun terus meningkat.

Hal ini terbukti dengan tingginya jumlah pasien yang mempercayakan pengobatan dan treatment di rumah sakit tersebut.

Fasilitas-fasilitas penunjang pun terus ditambah, mulai dari fasilitas rawat inap yang terbagi pada dua gedung. 

Yakni, gedung paviliun sebanyak 45 kamar dan 96 tempat tidur. Kemudian, gedung non paviliun yang ada 29 kamar dengan 87 tempat tidur.

Segala penghargaan mulai dari Sertifikasi Organisasi Internasional dan Standarisasi (ISO), kemudian meraih akreditasi Paripurna, hingga Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi telah disandang Persada Hospital.

Baca Juga : The Araya, Hunian Berkualitas Dengan Fasilitas Super

 

Hal lainnya, Persada Hospital juga telah memenuhi persyaratan “Keselamatan dan Keamanan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir” pada September 2018.Di tahun 2019, Persada Hospital meraih rekomendasi “Addendum Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)” dan beberapa penghargaan lainnya.

Program CSR Persada Hospital Pemeriksaan Gratis terhadap 446 ASN Pemkot Malang 2019

Berjalan hingga tahun 2020, Persada Hospital berganti kepemimpinan. 

Yakni dari yang sebelumnya dr Kushandayani, MMRS kini telah berganti kepada dr David, MMRS.

Masih di tahun yang sama, di awal bulan Februari 2020 Persada Hospital meluncurkan layanan baru Poliklinik di hari Minggu (Sunday Clinic), yaitu layanan poliklinik yang hanya beroperasional di akhir Minggu bagi seluruh masyarakat.

Seiring dengan perjalanannya selama 6 tahun ini, Persada Hospital telah memiliki fasilitas layanan kegawatdaruratan (IGD) 24 jam dengan didampingi Dokter Spesialis Emergency, Kamar Operasi, Layanan Intensive Care Unit (ICU), layanan Neonatus Intensive Care Unit (NICU), layanan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Cardio Vascular Care Unit (CVCU).

Tersedia pula ruangan rawat inap yang nyaman dan eksklusif dengan berbagai pilihan kelas. 
Serta layanan rawat jalan meliputi pelayanan Poliklinik Spesialis dan Sub Spesialis terlengkap di Kota Malang.

Direktur Persada Hospital dr David MMRS

"Kami juga telah melayani pasien, mulai dari kategori umum, asuransi dan BPJS. Dan untuk layanan IGD 24 jam di kami didampingi oleh dokter spesialis Emergency yang mana tidak semua rumah sakit ada," ungkap Direktur Persada Hospital, dr David MMRS.

Ia menjelaskan, sejauh ini pelayanan poliklinik yang telah disediakan juga lengkap.

Totalnya ada 23 klinik spesialis yang bisa diakses masyarakat.

"Ada 23 klinik spesialis yang kita miliki lengkap dengan 95 dokter spesialis dan sub spesialisnya. Ada 24 dokter umum dan 2 dokter gigi umum," imbuhnya.

Tak berhenti di situ saja, untuk terus berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, Persada Hospital terus memberikan pelayanan terbaiknya.

Dengan ditunjang pelayanan medis, seperti layanan MRI 1,5 Tesla, CT Scan 64 Slices, Bone Mineral Densitometri (BMD), Laboratorium Patologi Klinis dan layanan farmasi 24 jam.

"Kami juga memiliki beberapa layanan unggulan lain, seperti layanan poli Aesthetic, Katerisasi Jantung (Cathlab), Cortex Brain and Spine Center, Orthopedic Sport & Wellness Center, Klinik Tumbuh Kembang, dan Kemoterapi," ujarnya.

Persada Hospital juga memiliki fasilitas dalam pelaksanaan operasi bedah menggunakan teknik bedah mikro (micro surgery). 

Yakni, versi pembedahan menggunakan teknologi mikroskop sehingga memungkinkan proses pembedahan pembuluh darah kecil dan saraf. 

Menurut dr David, di Kota Malang baru Persada Hospital yang memiliki fasilitas tersebut sejak 2015.

"Kalau dulu dokter mau menggunakan sesuatu tindakan pembedahan harus dibuka lebar. Sekarang nggak lagi, ini teknik operasi yang modern, didukung dengan alat modern kita menggunakan mikroskop itu dengan sayatan yang sangat kecil minimal invention atau dikenal dengan operasi key hole (lubang kunci). Jadi hanya segitu saja bisa dilakukan seperti dulu operasi besar," jelasnya.

Nah, terbaru inovasi pelayanan kesehatan masyarakat yang dihadirkan Persada Hospital yakni Bone Mineral Densitometri (BMD), yakni alat untuk mengetahui kondisi kepadatan tulang. 
Alat ini baru secara operasional berjalan sejak bulan April 2020.

"Jadi hampir sama debgan saat menggunakan CT scan, dengan radiasi tertentu BMD akan membaca kindisi tulang seseorang. Lapisan lemaknya, ototnya, hingga kondisi gizi seseorang yang berhubungan dengan gaya hidup itu," terangnya.

Selanjutnya, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di manapun dan kapanpun.
Persada Hospital siap melayani dengan Bis Medical Chek Up. 

"Jadi siapapun, begitu pula dengan pasien corporate atau individu yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan ini, kami siap melayani melalui Bis Medical Chek Up ini," katanya.
Sementara, di masa pandemi Covid-19 saat ini Persada Hospital tetap memberikan pelayanan dengan telemedicine (jarak jauh).

Di situ, pasien bisa berkonsultasi secara online yang dikombinasikan pula dengan layanan antar obat.

"Jadi pada saat konsultasi online pasien tidak harus hadir di tempat namun tetap mendapatkan layanan kesehatan dari kami. Berikutnya untuk layanan obatnya bisa kita antar," tandasnya.

Sebanyak 23 klinik yang bisa diakses oleh masyarakat tersebut, di antaranya Klinik Bedah Orthopedi & Traumatologi, Klinik Bedah Plastik, Klinik Bedah Saraf, Klinik Bedah Digestive.

Kemudian, Klinik Bedah Umum, Klinik Bedah Anak, Klinik Jantung dan Pembuluh Darah, Klinik THT, Klinik Urologi, Klinik Mata, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Anak, Klinik Obstetri dan Ginekologi dan Klinik Gigi Umum / Konservasi.

Selanjutnya, Gigi / Ortodonsia / Bedah Mulut dan Maksilofasial / Kedokteran Gigi Anak / Periodensia / Penyakit Mulut, Klinik Kulit dan Kelamin, Klinik Onkologi, Klinik Saraf, Klinik Paru, Klinik Rehabilitasi Medis, Klinik Nyeri, Klinik Kedokteran Jiwa, serta Klinik Tumbuh Kembang.