Bermodal Dua Genggam Gandum, Sahabat Rasulullah Menjamu Seribu Pasukan Perang

Apr 28, 2020 08:58
Ilustrasi (Inilah.com).
Ilustrasi (Inilah.com).

MALANGTIMES - Pertempuran Khandaq dikisahkan sebagai salah satu pertempuran terbesar umat muslimin melawan kaum Quraisy. 

Baca Juga : Gema Takbir Berkumandang, Ini Sahabat Rasulullah yang Paling Dinantikan Keislamannya

Sebelum melakukan peperangan, seluruh pasukan muslim pun bahu membahu membangun parit untuk mengitari Madinah.

Parit itu difungsikan sebagai bentuk strategi berperang untuk menghindari serbuan langsung dari pasukan Al-Ahzab Quraisy dan Bani Nadir.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, saat proses pembuatan parit, pasukan tak makan kecuali minum air putih dan beberapa biji kurma (jika masih ada) selama tiga hari penuh.

Bukan hanya pasukan perang saja, Rasulullah SAW juga melakukan hal yang sama. Selama tiga hari sama sekali tak makan. 

Hingga suatu ketika, ada dua sahabat yang mendatangi Rasulullah SAW dan menyampaikan jika mereka kelaparan.

Keduanya membuka bajunya dan menunjukkan jika perut mereka diikat dengan dua batu besar untuk menekan usus dan menahan lapar. 

Tanpa banyak berbicara, Rasulullah pun membuka bajunya dan menunjukkan jika ia memiliki tiga batu di perutnya.

"Secara sederhana, Rasulullah menunjukkan jika Beliau juga lapar, tapi Beliau meminta untuk bersabar," terang Ustadz Basalamah.

Ketika Rasulullah SAW membuka bajunya dan menunjukkan tiga batu diikatkan pada perutnya, salah seorang sahabat bernama Jabir merasa sangat tersentuh.

Jabir pun meminta izin kepada Rasulullah untuk pulang menemui istrinya.

Saat itu, Rasulullah SAW mengizinkan Jabir menemui istrinya. 

Jabir pun pulang dan sesampainya di rumah bercerita kepada istrinya tentang apa yang ia lihat. 

Jabir menyampaikan jika ia melihat tiga batu diikatkan Rasulullah SAW di perutnya.

Lalu Jabir berkata pada istrinya tentang makanan apa yang dia miliki saat itu. 

Istri Jabir menjawab jika ia memiliki satu sak kecil gandum (dua genggaman tangan orang dewasa) dan satu ekor kambing kecil. 

Lantas Jabir meminta istrinya untuk segera memasak keduanya pasca Jabir menyembelih dan menguliti kambing kecil.

Saat semua sudah siap, Jabir kembali ke tempat Rasulullah. 

Di sana, Jabir membisiki Rasulullah dan berkata, "Ya Rasulullah, saya punya makanan sedikit. Datanglah Anda dengan tiga empat orang sahabat,".

Kemudian Rasulullah SAW bertanya ada berapa banyak makanan yang ia dan istrinya siapkan.

Jabir menjawab, "Saya siapkan satu kambing saya dan satu sak gandum,".

Mendengar itu, Rasulullah pun kemudian berdiri di atas batu dan berkata, "Wahai Muhajirin dan Anshor, datanglah ke rumah Jabir. Karena Jabir mengundang kalian semua,".

Jabir merasa sangat kaget dan mengatakan kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, Muhajirin dan Anshor, makanan hanya cukup untuk tiga dan empat orang saja,".

Lalu Rasulullah berkata, "Pulanglah dan jangan sentuh makanan itu sampai saya datang,".

Baca Juga : Mengharukan, Ini Kisah Sahabat yang Kembali 'Bangkitkan' Rasulullah

Lalu Jabir pulang dan lari dan belum sampai rumah mengatakan, "Wahai istriku, kita dipermalukan,".

Dalam hal ini, Jabir mengatakan itu bukan karena menjatuhkan Rasulullah SAW, melainkan karena rasa panik dan bingungnya. 

Pasalnya, jumlah makanan yang ia siapkan saat itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan seribu pasukan yang tengah kelaparan.

Saat itu, istri Jabir pun berkata, "Apakah ada pesan dari Rasulullah?,".

Jabir pun sampaikan jika Rasulullah berpesan agar Jabir pulang dan tak menyentuh makanan sebelum Rasulullah datang.

"Baik, jangan disentuh biar Rasulullah SAW datang," jawab istri Jabir.

Tak lama, Rasulullah SAW datang bersama seribu pasukannya. Maka Rasulullah SAW masuk dan meminta Jabir menutup pintu. 

Lalu Jabir menunjukkan makanan yang disiapkan kepada Rasulullah SAW. Satu wadah adonan roti dan satu wadah kari yang ditunjukkan saat itu.

Kemudian Rasulullah SAW memegang tempat makanan tersebut dan meminta istri Jabir untuk memanggil pembuat roti di seluruh Masinah. Tak lama, pra perempuan di Madinah pun datang beramai-ramai ke rumah Jabir.

Rasulullah SAW pun meminta agar masing-masing perempuan mencuil sedikit dari adonan roti tersebut. Sedangkan Rasulullah SAW sendiri menyendokkan sendiri kari yang telah dimasak.

Rasulullah SAW pun memerintahkan Jabir memanggil para pasukan yang ada di luar rumah. 

Masing-masing 10 sahabat yang dipanggil dan ditutuplah kembali pintu rumah Jabir. 

Setiap kali ada sahabat yang masuk, Rasulullah SAW sama sekali tak membatasi berapapun makanan yang hendak disantap para sahabat.

"Karena pasukan dan para sahabat telah menahan lapar tiga hari, dan tentunya memang harus ada cadangan bagi mereka di dalam perutnya selama beberapa hari," imbuh Ustadz Basalamah.

Sampai pada akhirnya, seribu pasukan telah kenyang dengan jamuan yang dibuat di rumah Jabir. 

Lantas Jabir pun terheran-heran, karena tak sedikitpun adonan roti dan kari yang dibuat istrinya berkurang. Karena ketika dicuil dan dituangkan, adonan kembali mengembang pada bentuk serupa.

Hingga akhirnya Rasulullah SAW pun memerintahkan agar Jabir memanggil seluruh warga Madinah yang juga tengah kelaparan. 

Maka dipanggillah ribuan warga Madinah untuk makan dari gandum dan kari yang ada di rumah Jabir dengan cara yang disampaikan Rasulullah sebelumnya.

Tak disangka, setelah memberi makan kepada seluruh penduduk Madinah, adonan roti dan kari yang dibuat istri Jabir masih utuh. 

Hingga akhirnya Jabir beserta keluarganya bisa makan dengan kenyang. Lalu kembalilah pasukan perang Madinah bekerja menggali parit.

Ada banyak pelajaran yang diambil dari kisah tersebut. Salah satunya menunjukkan mukjizat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Tentunya juga menjadi bukti kebesaran Allah SWT.

 

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniSahabat Rasulullahkisah rasulkisah sahabat rasulPertempuran Khandaq

Berita Lainnya

Berita

Terbaru