Gema Takbir Berkumandang, Ini Sahabat Rasulullah yang Paling Dinantikan Keislamannya

Apr 27, 2020 07:09
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Berbagai kisah menyebutkan, sebagian besar sahabat Rasulullah SAW yang berjuang membela Islam awalnya adalah orang yang membenci Islam. Bahkan, ada juga yang berkeinginan untuk membunuh Rasulullah SAW saat Islam disyiarkan.

Baca Juga : Mengharukan, Ini Kisah Sahabat yang Kembali 'Bangkitkan' Rasulullah

Salah satu sahabat yang terkenal keras kepala dan sangat memusuhi Islam sebelum menjadi mualaf adalah Umar bin Khattab. 

Umar dikenal sebagai sosok yang keras, tegas, dan membela ajaran nenek moyangnya. Namun suatu ketika, ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mendengar surat Thaha.

Dikisahkan, masuknya Umar bin Khattab merupakan jawaban atas doa yang selalu diucapkan Rasulullah SAW. Karena diawal kenabiannya, Rasulullah SAW selalu berdoa agar memperkuat Islam dengan Abu Jahal atau Umar bin Khattab.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan, saat masa perjuangan, Makkah merupakan daerah yang sangat ketat. Tak seorangpun bisa keluar dan masuk dengan mudah dari Kota Makkah.

Karena Makkah ditutup dengan tembok dan hanya memiliki satu pintu keluar dan masuk. Siapapun yang mensyiarkan ajaran Islam di dalam Makkah akan langsung dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Salah satu yang paling ditakuti saat itu adalah Umar bin Khattab.

Hingga suatu ketika, dikisahkan Umar bin Khattab masuk Islam. Gema takbir berkumandang di ruangan tempat Rasulullah SAW dan para sahabat berkumpul saat mendengar Umar telah masuk Islam. Sejak itu Umar menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah.

Usai mengucapkan kalimat syahadat, Umar kembali ke Makkah. Di sana, ia menemui sahabatnya, Abu Jahal. Umar pun saat itu bersyahadat di depan sahabatnya itu hingga membuat Abu Jahal menutup pintu rumahnya.

Umar juga menyiarkan jika ia sudah memeluk Islam. Hingga ia didatangi oleh orang-orang Quraisy. Umar dikeroyok oleh orang-orang Quraisy dari pagi hingga malam hari. 

Sampai pada akhirnya, Umar menarik salah satu pemimpin Quraisy dan menjatuhkannya ke tanah lalu hendak mencongkel mata pemimpin itu, dan bubarlah massa yang mengeroyok Umar.

Keesokan paginya, Umar kembali keliling Makkah dengan mengucapkan kalimat syahadat. Orang-orang Quraisy kembali mengeroyok Umar dan kembali berkelahi dengan Umar. Kejadian itu dilalui Umar hingga hari ke tiga.

Saat hari ke empat, tak ada yang berani mengeroyok Umar. Ketika hendak hijrah ke Madinah, Umar tawaf dan keluar Makkah secara terang-terangan. Umar pun menjadi orang pertama yang pergi hijrah terang-terangan melalui pintu gerbang Makkah.

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah, Berhasil Menyelinap dan Mencuri Informasi Musuh

Lalu setelah usai tawaf Umar mengenakan baju perang dan berkata, "Wahai Quraisy, siapa yang istrinya mau jadi janda, dan siapa yang anaknya mau jadi yatim, temui saya di balik bukit ini. Karena saya mau hijrah ke Madinah,". 

Dan tak satupun yang berani menghalangi Umar.

Namun setelah hijrah, Umar berubah total. Bahkan Umar menangis sesenggukan saat diturunkan ayat yang memperbolehkan muslim membunuh dan memenggal kepala kaum Quraisy yang menyerang umat Islam.

Firman Allah itu adalah surah al-Anfal ayat 67 yang memiliki arti, "Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Firman tersebut turun usai umat Muslim memenangkan Perang Badar. Di mana malam hari sebelum surah al-Anfal ayat 67 itu turun, Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat untuk berdiskusi tentang para tawanan perang yang dimiliki umat Muslim.

Saat itu, Abu Bakar ditanyai berpendapat agar para tawanan tersebut dibebaskan agar kafir mengetahui jika muslim baik dan sahabat lain lalu menjawab agar pembebasan tawanan juga disertai denda.

Sementara itu, ketika Rasulullah bertanya kepada Umar Bin Khattab, maka ia menjawab, "Ya Rasulullah datangkan orang terdekat dari mereka dan akan saya tebas lehernya. 60 orang ini datang untuk membunuh muslim. Kita saat ini menang, jika kalah mereka akan membunuh kita semua. Dan harus kita tunjukkan ketegasan kepada mereka,".

Saat itu, Rasulullah lebih condong pada pendapat Abu Bakar dan sahabat lainnya. Hingga keesokan harinya saat sebelum salat subuh, Umar bertemu Rasulullah dengan Abu Bakar yang sedang menangis. Lalu bertanyalah Umar, dan Rasulullah menyampaikan,

"Wahai Umar, telah turun firman Allah menyetujui pendapatmu. Kalau bukan karena takdirnya Allah, kita semua akan dihukum kecuali Umar,". Maka menangislah ketiganya saat itu. Tepat setelah surah al-Anfal ayat 67 itu turun.

 

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari inikisah Rasulullahkisah sahabat rasulUmar bin Khattab

Berita Lainnya

Berita

Terbaru