Petugas sedang memasang bambu pengganti jalan di Jalan Semeru Kota Batu. (Foto: istimewa)
Petugas sedang memasang bambu pengganti jalan di Jalan Semeru Kota Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kurang lebih sudah dua bulan lamanya, jembatan yang sudah dibongkar dan digantikan dengan jembatan bambu belum juga dibangun di Jalan Semeru, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Rencananya pembangunan kembali jembatan itu ditargetkan pada pertengahan bulan Mei mendatang.

Baca Juga : Cegah Laka Maut, Polisi Bentuk Tim Khusus Pantau dan Inventarisir Jalan Berlubang

Seperti diketahui, jembatan itu dibongkar pada bulan Februari silam. Dibongkarnya jembatan itu lantaran melubernya air aliran sungai kebo pada awal tahun 2020 berdampak pada jalan protokol dan rumah warga.

Bahkan hingga saat ini, meski jembatan itu sudah dibongkar, saat hujan deras datang air yang berada pada drainase tersebut meluber. Kemudian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu juga membongkar jalan di depan rumah warga karena penyebab melubernya air tersebut.

“Diperkirakan pada pertengahan Mei 2020 ini, kami pastikan mulai dikerjakan. Saat ini kami sedang menyusun agenda penawaran pengerjaan,” ucap Kepala DPUPR Kota Batu, Himpun.

Penawaran pengerjaan itu dibuka pada 22 April 2020, dan saat ini sudah masuk dalam tahapan evaluasi yakni 23-29 April 2020. “Pengumuman pemenangnya 4 Mei,” imbuhnya.

Sebelum jembatan itu dibongkar, salah satu titik penyebab air meluber hingga ke jalan karena memiliki ruang aliran air sungai yang kecil . 

Baca Juga : Jalan Berlubang Kota Malang Telan Korban, Malam Ini Pembenahan Jalan Panji Suroso

“Karena memang drainase di bawah jembatan memiliki ruang yang kecil dan terhambat dengan sampah sehingga air meluber,” jelas Himpun.

Himpun pun meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah pada aliran sungai maupun drainase. ”Kami menghimbau agar masyarakat mengubah kebiasan membuang sampah sembarang,” tandasnya.