Penyerahan bantuan beras 300 kilogram dari Bupati Malang H.M. Sanusi yang disalurkan melalui Pembina Organisasi Flobamora NTT untuk Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (26/4/2020). (Foto: George da Silva for MalangTimes)
Penyerahan bantuan beras 300 kilogram dari Bupati Malang H.M. Sanusi yang disalurkan melalui Pembina Organisasi Flobamora NTT untuk Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (26/4/2020). (Foto: George da Silva for MalangTimes)

MALANGTIMES - Dampak dari Covid-19 yang sedang menyerang Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Malang dirasakan oleh semua masyarakat. Khususnya dampak yang sangat dirasakan adalah kekurangan kebutuhan bahan pokok seperti beras.

Kali ini Bupati Malang Sanusi, memberikan bantuan berupa beras yang ditujukan untuk Panti Asuhan Biara SPM (Santa Perawan Maria) Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (26/4/2020) siang. 

Penyerahan bantuan beras dari Sanusi sebanyak 12 karung dengan total 300 kilogram beras di salurkan melalui George da Silva, Peter Palbeno dan Eddy selaku Penasehat/Pembina Organisasi Flores Sumba, Timor, Alor (Flobamora) Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bantuan berupa 300 kilogram beras (12 karung) dan uang dalam amplop. Penyerahan langsung kepada Kepala Panti Asuhan SPM, Suster Yose disaksikan Kepala Biara SPM, Suster Victorine," ujar George, saat dikonfirmasi pewarta, Minggu (26/4/2020).

Suster Yose selaku yang menerima bantuan beras dari Sanusi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan beras tersebut akan sangat bermanfaat bagi semua yang tinggal dalam Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah peduli terhadap Panti sehubungan dengan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19)," tuturnya.

Suster Yose juga menjelaskan terkait bantuan ini, nantinya akan diberikan kepada 31 anak asuh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dimana orang tua mereka semua sedang mencari nafkah dengan bekerja menjadi seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia.

"Anak-anak ini, tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya, karena Corona. Sekolah semua pada libur," jelasnya.

Anak-anak asuh tersebut yang tinggal dalam Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen, Kabupaten Malang tengah mengenyam pendidikan yang masing-masing ada yang masih sekolah SMP dan SMA di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Untuk diketahui, sebelumnya total anak asuh yang ada dalam Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen, Kabupaten Malang berjumlah 44 anak. Tetapi 13 anak diantaranya telah pulang ke rumahnya masing-masing sebelum kondisi yang seperti sekarang ini akibat Covid-19.