Bupati Malang H.M. Sanusi menyalurkan bantuan beras seberat lima kilogram kepada warga di Kecamatan Ampelgading, Kamis (23/4/2020). (Foto: Dok. Malang Times)
Bupati Malang H.M. Sanusi menyalurkan bantuan beras seberat lima kilogram kepada warga di Kecamatan Ampelgading, Kamis (23/4/2020). (Foto: Dok. Malang Times)

MALANGTIMES - Beberapa hari yang lalu, Bupati Malang Sanusi berkunjung ke wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang, tepatnya di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang untuk memberikan bantuan beras kepada warga di tiga desa.

Tiga desa tersebut yakni Desa Purwoharjo, Desa Tirtomarto dan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Saat kunjungan Sanusi mengatakan bahwa terdapat 1.000 paket lebih beras yang telah disiapkan untuk disalurkan kepada warga melalui kamituwo. 

"Kalau itu (beras) hampir 1.050 paket. Jadi ada 1.050 dikali lima kilo, jadi sekitar lima ton setengah," kata Sanusi saat dikonfirmasi pewarta di sela-sela kegiatanya, Kamis (23/4/2020).

Sanusi juga menyebutkan jumlah beras yang mencapai lima ton telah dipersiapkan untuk warga di ketiga desa tersebut, tetapi stok beras di tengah penyaluran habis, akhirnya Sanusi mengganti bantuan beras dengan memberikan uang pribadinya.

"Cuma tadi stoknya (beras) karena kekurangan, tadi saya kasih uang. Uang saya sendiri 50.000 per orang. Karena setara (harganya) dengan lima kilogram beras tadi," imbuhnya.

Menurut Kepala Desa Purwoharjo, Muhyidin yang merupakan titik pertama yang dilanjutkan nantinya di titik kedua di Desa Tirtomarto, juga sempat kaget. 

Pasalnya sudah ada warga yang mencegat rombongan bupati di perempatan jalan desa untuk menunggu bantuan beras dan ingin bertemu Bupati Malang Sanusi secara langsung.

Padahal sudah diimbau oleh Muhyidin untuk menunggu di rumah dan harap sabar menunggu. Hanya beberapa orang saja yang itu hanya perangkat desa awalnya yang menunggu rombongan bupati di Balai Desa Purwoharjo.

Warga di lingkungan Balai Desa Purwoharjo ikut menunggu dan menyambut kedatangan bupati yang kebetulan rumahnya dekat dengan Balai Desa Purwoharjo.

"Ternyata di perempatan jalan nyegat di embong (jalan). Di depan balai desa semua, jaga jarak semua. Lingkungan balai desa yang dikasih tahu, ada bupati mau kesini. Jadi disuruh nunggu di balai desa itu, sama perangkat-perangkat itu," ungkapnya saat dikonfirmasi pewarta, Sabtu (25/4/2020).

Bupati Malang Sanusi saat membagikan uang untuk mengganti bantuan beras yang stoknya telah habis. (Foto: Humas Protokol Kab. Malang)



Sementara itu untuk pembagian di Desa Lebakharjo, yang juga merupakan pos satu pemberhentian untuk istirahat sejenak, telah terkoordinir.

Menurut Kepala Desa Lebakharjo Sumarno, warga di sepanjang jalan Desa Lebakharjo sudah menunggu kehadiran rombongan bupati dan menunggu bantuan beras yang dibagikan oleh tim di rumah masing-masing.

"Warga itu sudah disuruh di rumah masing-masing, lah terus yang membagikan itu Pak Wo (Kamituwo), waktunya nggak mencukupi akhirnya ditaruh di (rumah) Pak Wo. Pak Wo yang bagi ke Pak RT," ujarnya.

Sumarno juga membantah jika dikatakan ada yang berkerumun dengan jarak dekat, karena yang dibagikan secara langsung oleh rombongan bupati hanya beberapa rumah saja, karena rombongan bupati ingin segera meninjau kondisi Pantai Licin, Lebakharjo untuk memangkas waktu agar efisien.

"Jadi nggak warga berkerumun. Pak Bupati langsung ke laut cuma bagikan ke 12 rumah, tapi itu di rumah-rumah, yang bagikan bukan Pak Bupati (langsung), yang bagi saya, cuma berapa rumah itu sama Pak RT," imbuhnya. 

Jadi saat pemberhentian di pos satu untuk istirahat dan makan, tidak ada warga yang berkerumun, hanya perangkat desa menyambut kehadiran rombongan bupati dengan memerhatikan protokol kesehatan.