NU Minta Masyarakat Tak Sembrono, Imbau Tarawih di Rumah

Apr 24, 2020 07:34
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Foto: Doc. PBNU)
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Foto: Doc. PBNU)

MALANGTIMES - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk tidak sembrono di masa wabah Covid-19 ini. 

Baca Juga : Wali Kota Malang: Tak Ada Larangan Salat Tarawih Berjamaah di Kota Malang

Yakni dengan terus berikhtiar untuk meninggalkan keramaian, menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan mencuci tangan secara rutin.  

"Jangan sembrono! Jangan sembarangan! Semua harus kita upayakan sesuai dengan aturan medis yang ada," ucapnya saat mengikhbarkan awal Ramadan 1441 H di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (23/4/2020) petang. 

Untuk itu, dia mengimbau agar umat muslim melaksanakan salat tarawih di rumah.

"Shalat tarawih cukup di rumah," tegasnya.

Bahkan, katanya, jika situasi dan kondisi masih darurat seperti saat ini, salat Idul Fitri pun cukup dilakukan di rumah.

"Salat Idul Fitri nanti kalau memang masih seperti ini cukup di rumah, jamaah dengan keluarga," sambung Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Kiai Said juga mengajak masyarakat untuk menunda silaturahim secara fisik terlebih dahulu. 

Maka dari itu, tidak perlu mengadakan buka bersama sebagaimana pada puasa Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

"Kemudian silaturahim kita tunda, buka bersama tidak usah," tuturnya.  

Begitu halnya dengan takbir keliling, jika kondisi masih belum memungkinkan maka perlu ditiadakan. 

Halal bi halal juga ditunda pada lain waktu.  

Melakukan hal-hal tersebut, jelas Kiai Said, juga merupakan bagian dari menaati perintah Allah SWT untuk tidak menjerumuskan diri pada kehancuran.

"Itu pun atas perintah Allah bahwa kita menjaga kesehatan diri kita dan keselamatan kita," ujarnya.  

Baca Juga : Mengharukan, Begini Kisah Kesabaran Sahabat Terakhir Rasulullah

Dia lantas mengutip sebuah ayat Alquran wa laa tulqu biaydikum ila al-tahlukah.

"Janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke jurang kehancuran," ujarnya menerjemahkan.

Hal tersebut diperkuat dengan sebuah hadis Nabi yang dengan tegas menyatakan bahwa tidak boleh menyakiti orang lain dan menyakiti diri sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga bermunajat agar Allah lekas mengangkat wabah pandemi Covid-19 ini dari Bumi Nusantara.

"Semoga Allah segera mengangkat Covid-19 dari umat Islam pada umumnya, khususnya bangsa Indonesia," harapnya.  

Kiai Said juga mengucapkan tahniah atas kehadiran bulan penuh berkah dan ampunan Allah SWT ini. 

Ia menjelaskan, bahwa di bulan ini terdapat malam Lailatul Qadar, satu malam yang lebih mulia ketimbang seribu bulan.

"Saya ucapkan marhaban ya syahru Ramadhan," katanya.  

Kiai asal Cirebon ini mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur.

Ramadan kali ini harus diiringi dengan kesabaran dan ketegaran mengingat datangnya bulan ini di tengah pandemi Covid-19.  

"Kita sabar, kita tegar, kita kokoh, kita tetap menjalankan ibadah puasa walaupun seperti apa keadaannya," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari Inipandemi covid19Ramadan 1441 HNahdlatul UlamaKetua Umum PBNUKH Said Aqil SirojTarawih di Rumah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru