MALANGTIMES - Pasien positif Covid-19 di Kota Malang bertambah lagi 2 orang. Dengan demikian per 23 April 2020, total kasus positif menjadi 11 pasien.
Penambahan dua pasien positif ini disebut memiliki riwayat perjalanan dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Surabaya. "Dua tambahan positif ini dari klaster haji Sukolilo, Surabaya," ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto.
Dari informasi awal, pasien baru ini belum diketahui apakah pernah melakukan kontak riwayat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau bukan.
Lebih lanjut, Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan kedua pasien baru ini menjalani perawatan isolasi di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kedua pasien sebelumnya dinyatakan sebagai data PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Malang.
"Jadi pasien ini sebelumnya dirawat sebagai PDP di Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang. Tapi alamat domisili memang di Kota Malang, tercatat sebagai warga Kecamatan Klojen. Maka kasus positif masuk di area Kota Malang," jelasnya.
Hingga saat ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang untuk mengetahui kondisi pasien lebih lanjut. Sehingga, nantinya proses tracing bisa dipetakan.
Pria yang juga menjabat sebagai Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini lebih lanjut mengungkapkan, berkaitan proses terindikasi Covid-19 karena riwayat perjalanan yang mengikuti pelatihan di Klaster Asrama Haji Sukolilo, ia belum bisa memberikan informasi lebih jauh.
"Saya masih belum bisa memberi keterangan lebih lanjut, ini tadi masih mengonfirmasi kepada tim satgas di Kabupaten. Apakah ada hubungan riwayat keluarga dan seperti apa," jelasnya.
Kedua pasien tersebut, satu berjenis kelamin laki-laki dengan usia 50 tahun dan satu lagi perempuan berusia 42 tahun. Informasi saat ini keduanya menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Meski bertambah, satu pasien positif Covid-19 di Kota Malang telah dinyatakan sembuh. Husnul menyebut, hasil swab pasien baru keluar pagi tadi. Dan masih diimbau untuk tetap menjalankan masa isolasi diri hingga keadaan kedaruratan membaik.
"Satu pasien sembuh ini OTG (Orang Tanpa Gejala). Hasil swab terakhirnya baru keluar pagi tadi. Selanjutnya kami sarankan untuk tetap isolasi mandiri. Kemudian penerapan protokol-protokol kesehatan, physical distancing dan social distancing-nya tetap dijalankan," tandasnya.
Dari penambahan pasien tersebut, tersisa tiga pasien positif Covid-19 di Kota Malang. Satu masih menjalani perawatan isolasi mandiri karena OTG dengan pemantauan tim kesehatan. 2 lainnya dirawat di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Untuk diketahui, data kasus Covid-19 di Kota Malang per 23 April 2020, angka ODR (Orang Dalam Risiko) bertambah 50 orang, totalnya 1.862 orang. OTG (Orang Tanpa Gejala) berjumlah 161.
Sedangkan ODP (Orang Dalam Pantauan), totalnya 640, dengan rincian yang masih dalam tahap pemantauan ada 233 orang, dan jumlah yang selesai dipantau ada 407 orang.
Kemudian untuk angka PDP (Pasien Dalam Pengawasan) totalnya kini sebanyak 146 orang. Sebanyak 8 PDP dinyatakan meninggal, PDP selesai pengawasan sebanyak 49, dan yang masih dirawat berjumlah 89 orang.
