Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat merilis 10 pemuda yang terduga terlibat dalam aksi vandalisme yang mengarah ke pergerakan anarko 18 April 2020 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat merilis 10 pemuda yang terduga terlibat dalam aksi vandalisme yang mengarah ke pergerakan anarko 18 April 2020 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang sudah menerjunkan anggotanya untuk meminimalisir aksi massa yang diduga hendak dilakukan oleh kelompok Anarko pada besok (Sabtu 18/4/2020).

Baca Juga : Gelar Rapid Test On The Spot di Pasar Lawang, Tujuh Pelintas Perbatasan Negatif Covid-19

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, jika sampai saat ini petugas gabungan dari Polres Malang serta Polsek jajaran, sudah dikerahkan untuk meminimalisir terjadinya aksi yang hendak dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan anarko tersebut.

”Tentunya akan kita kerahkan anggota untuk melakukan pemantauan, salah satunya dengan cara lebih menggiatkan lagi kegiatan patroli,” terang Hendri.

Menurutnya, anggota dari anarko tersebut sebenarnya cukup mudah untuk diidentifikasi. Bahkan, Polres Malang saat ini mengaku sudah mengamati beberapa orang yang diduga terindikasi terlibat dalam kelompok anarko tersebut.

”Ini akan jadi skala prioritas kita, setiap ada kumpulan masa yg teridentifikasi kelompok anarko akan kita tindak tegas. Akan kita amankan dan lakukan pemeriksaan di polres atau polsek jajaran,” tegas Hendri.

Tidak mau kecolongan, lanjut Hendri, Polres Malang juga akan berkoordinasi dengan Polda Jatim (Jawa Timur) untuk mengidentifikasi anggota anarko tersebut. Sejauh ini, sudah ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan.

Baca Juga : Bantuan Dana Dampak Covid-19 Bagi Sopir di Kabupaten Malang Segera Cair

Di antaranya adalah sekumpulan anggota punk jalanan yang diduga terindikasi aksi vandalisme di wilayah Kabupaten Malang. Tepatnya di kawasan under pass karanglo, pada akhir pekan lalu.

”Info yang kita dapat, akan ada aksi kelompok anarko pada tangal 18 (April 2020). Mereka hendak turun ke jalan untuk lakukan aksi yang intinya tidak setuju dengan apa yg dilakukan pemerintah sekarang. Terutama dalam hadapi wabah covid-19 ini,” ujar Hendri.

Ketika ditanya terkait kelanjutan 10 anggota yang terindikasi kelompok anarko, dan sudah diamankan di Polres Malang. Hendri mengaku jika sampai saat ini, terhadap ke-10 anggota yang juga punk jalanan tersebut masih terus dimintai keterangan di Unit Satreskrim Polres Malang.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, anggota masih berupaya mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat kelompok anarko tersebut,” tutup Hendri yang juga pernah menjabat sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri ini.