Motor korban yang ditemukan warga di rerumpunan bambu (Ist)
Motor korban yang ditemukan warga di rerumpunan bambu (Ist)

MALANGTIMES - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) semakin nekat dan merajalela saja saat wabah Covid-19. Entah karena ikut terdampak pandemi ini atau tidak, aksi pelaku curanmor tak tanggung-tanggung sehari langsung menggasak dua sepeda motor.

Kejadian curanmor tersebut terjadi di Perum PNS RT 7, RW 5 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, hari ini (13/4/2020) sekitar pukul 04.00 wib. Dua motor yang terparkir di halaman rumah yang berpagar milik Muhammad Jama Ali (23), warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, masih saja bisa dicuri oleh pelaku curanmor.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Saat itu, korban sendiri merasa telah mengunci stang kedua sepeda motornya, sehingga korban yang merasa telah aman kemudian beristirahat di dalam rumah. Hilangnya dua motor korban baru diketahui ketika pagi hari sekitar pukul 07.30 wib.

Saat itu ia usai bangun dari tidurnya dan kemudian mengecek situasi di depan, namun alangkah kagetnya korban justru mendapati motor Honda Vario 125 warna putih nopol N 4620 GP dan Honda Beat warna putih biru nopol N 6629 AAR telah lenyap.

"Pas baru bangun kemudian ngecek depan, saya lihat motor dua sudah nggak ada, pintu pagar juga sudah dalam kondisi terbuka," jelas korban.

Usia mengetahui dua motor miliknya hilang, korban lantas segera melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT setempat. Namun tak lama melapor, terdapat warga yang menginformasikan jika terdapat sebuah motor matic yang ditemukan di pinggiran lapangan Perum PNS, tepatnya di lokasi rerumpunan bambu.

Mengetahui informasi tersebut, korban lantas mengecek Informasi penemuan motor itu. Dan benar saja, ketika dicek, ternyata motor tersebut merupakan motor Honda Vario 125 warna putih nopol N 4620 GP milik korban.

Saat ditemukan, motor korban dalam kondisi rusak pada bagian depan sebelah kanan. Kondisi lubang kunci juga nampak telah rusak akibat dibobol paksa. Dompet korban berisi STNK dan uang Rp 110 ribu yang berada di dalam jok turut dibawa kabur pelaku.

Baca Juga : Pelaku Pencabulan di Jatimulyo Disebut Punya Kelainan Seks terhadap Anak

"Mungkin saat itu pelaku akan berusaha merusak alarmnya namun gagal dan kemudian ditinggal kabur. Saya juga telah melaporkan kasusnya ke Polsek Kedungkandang, soalnya satu itu punya teman saya  berhasil dibawa kabur," pungkasnya.