Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Upaya memenuhi kebutuhan dalam penanganan Covid-19 di Kota Malang terus digencarkan seiring dengan penambahan jumlah kasus dari hari ke hari.

Jika belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengalokasikan dana senilai Rp 83,9 Miliar, kini anggaran tersebut ditambah Rp 2,1 milair. Dengan demikian anggaran yang disediakan mencapai Rp 86 Miliar.

Penambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 itu telah diumumkan melalui media sosial Pemkot Malang baik di instagram maupun twitter resmi.

Dalam postingan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan realokasi anggaran yang dilakukan Pemkot Malang didasarkan pada data dan fakta dengan memperhatikan konsep fiscal suistainability. Di mana, dalam suatu kondisi tertentu pemerintah mampu membuat kebijakan fiskal yang dapat menstabilkan perekonomian melalui solvabilitas keuangan jangka panjang.

"Artinya terhadap penanganan Covid-19 dipastikan cukup untuk menutupi kondisi darurat selama tiga bulan dan bahkan mencadangkan anggaran untuk dua bulan selanjutnya. Serta tetap mempertimbangkan kapasitas anggaran darudat Covid-19, seperti pemulihan ekonomi masyarakat dengan proyek-proyek yang mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Alokasi dana senilai Rp 86 Miliar tersebut, di antaranya untuk refocusing BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk meningkatkan kapasitas penanganan Covid-19 di Kota Malang senilai Rp 2,150 Miliar.



Kemudian, dana cadangan sebesar Rp 30,7 Miliar. Lalu, untuk penanganan warga terdampak dalam bentuk bantuan sosial yang mengcover 29 KK selama tiga bulan senilai Rp 26,2 Miliar. Serta, untuk penyediaan alat dan sarana prasarana kesehatan sebesar Rp 26,9 Miliar.

Jumlah total alokasi dana untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Kota Malang masih bisa bertambah. Hal itu, didasarkan pada perkembangan situasi dan kondisi di masa penanganan kedaruratan ini.

Meski begitu, Sutiaji juga mengharapkan untuk tetap ada kontribusi di semua lini untuk membantu bagi kebutuhan Covid-19 di Kota Malang ini.

"Saat ini kita berada pada masa sulit, tentu dibutuhkan kontribusi dari semua pihak yang cinta kepada Kota Malang. Oleh karenanya pemerintah masih membutuhkan kedermawanan semua pihak untuk bersama-sama membantu penduduk kita yang membutuhkan," pungkasnya.

Diketahui, data kasus Covid-19 di Kota Malang hingga tanggal 11 April 2020 jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) terus meningkat, yakni mencapai 1.042 orang. Kemudian, OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 153 orang.

Sedangkan ODP (Orang Dalam Pantauan) mencapai 444 orang. Rinciannya, sejumlah 300 orang masih dalam tahap pemantauan dan 144 telah selesai dipantau.

Sementara untuk pasien positif Covid-19 berjumlah 8 orang, dengan rinciannya 4 orang telah dinyatakan sembuh dan 4 lainnya masih dalam perawatan isolasi mandiri.

Lalu, untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) meninggal sebanyak 4 orang. Kemudian, PDP sehat atau selesai dilakukan pengawasan sebanyak 15 orang, dan yang masih dirawat berjumlah 49 orang.