Pesta seks dan balapan liar di tengah pandemi covid-19 semakin membuat miris (Ist)
Pesta seks dan balapan liar di tengah pandemi covid-19 semakin membuat miris (Ist)

MALANGTIMES - Upaya pemerintah dan elemen masyarakat menghadapi pandemi covid-19, masih saja diwarnai ulah yang membuat kita miris dan mengelus dada.

Pesta seks dan balapan liar yang dilakukan oleh anak-anak muda, masih terjadi dan mewarnai berbagai upaya penanganan sebaran virus covid-19.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Hal ini, misalnya terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dimana belasan remaja diciduk oleh aparat kepolisian, Jumat (10/4/2020) lalu.

Pasalnya, bukan hanya tak mengikuti aturan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah saja. Tapi 14 anak muda yang diciduk itu juga akan menggelar pesta seks di sebuah hotel. 
Dantim Penikam Polrestabes Makassar, Ipda Arif Muda, seperti dikutip dari Makassar Terkini, membenarkan adanya hal itu. Dimana, Arif menyampaikan, ada 14 orang yang diciduk pihak kepolisian karena akan melakukan pesta seks di tengah pandemi covid-19.

"6 wanita pekerja seks komersial di bawah umur dan 8 pria yang diamankan saat mereka akan pesta seks di sebuah hotel," ungkapnya.


Mirisnya pula, belasan remaja itu saat digerebek memang dalam kondisi telanjang di dua kamar hotel. Selain itu, pihak kepolisian pun menemukan sejumlah barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan alat kontrasepsi alias kondom.
"Awalnya kami menangkap tiga orang rekannya terlebih dahulu di kawasan Jalan Veteran. Kemudian dikembangkan hingga kami menangkap enam orang PSK anak di bawah umur,” terang Arif.
Terpisah, Di Kota Malang, Sabtu (11/4/2020) kepolisian juga mengamankan sebanyak 207 remaja peserta aksi balap liar di GOR Ken Arok.
Di tengah pandemi covid-19 di Kota Malang yang telah mengajukan usulan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Sutiaji Wali Kota Malang. Aksi ratusan anak muda itu pun menjadi catatan miris.
Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata yang memimpin langsung razia balap liar, seperti dikutip www.indonesiaonline.co.id (Sabtu, 11/4/2020) pun angkat bicara.
Leonardus menyampaikan, dengan peristiwa itu pihaknya mengimbau para orang tua maupun masyarakat untuk lebih mengawasi anak-anak mereka.
"Kami mengimbau, orang tua untuk melarang mereka keluar rumah untuk saat-saat ini. Mereka libur sekolah, tapi kegiatan sekolah secara daring. Harap dipatuhi,” tegasnya.
Sementara, 154 kendaraan para remaja tersebut saat ini telah diamankan di Polresta Malang Kota. Mereka baru bisa mengambil kendaraannya jika didampingi orang tuanya. Serta bisa menunjukan surat-surat kelengkapan kendaraan dan mengembalikan bagian-bagian kendaraan sesuai standar.